Beruang Teddy tidak lagi Terancam Punah

AFP/Doi.gov/Wendy Mehari Utami/I-2
22/5/2015 00:00
Beruang Teddy tidak lagi Terancam Punah
(AP/Gerald Herbert)
PADA 1902 Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Theodore 'Teddy' Roosevelt, berburu di Mississippi, AS. Selama dua hari, Roosevelt tidak kunjung menemukan beruang yang bisa ditembak.

Pada hari ketiga, ajudan sang presiden menemukan seekor beruang hitam yang sudah luka-luka akibat dikejar dan diserang anjing-anjing pemburu.

Si beruang lantas diikat di sebatang pohon supaya sang presiden bisa menembaknya.

Rupanya Roosevelt tidak sampai hati menembak beruang yang telah terluka itu. Meski begitu, ia memerintahkan supaya beruang tersebut ditembak mati sehingga penderitaan hewan itu berakhir.

Kisah perburuan beruang Roosevelt itu kemudian menyebar lewat media massa.

Itulah yang menginspirasi seorang pengusaha permen di Brooklyn untuk menciptakan sosok boneka Teddy Bear alias Beruang Teddy.

Kini, setelah upaya konservasi dilakukan selama lebih dari 20 tahun, beruang hitam Louisiana (Ursus americanus lutelous) yang menginspirasi sosok boneka Teddy Bear itu dinyatakan lepas dari kategori hewan yang terancam punah.

Badan Perikanan dan Satwa Liar AS, Rabu (20/5), mengajukan proposal supaya beruang hitam Louisiana dikeluarkan dari daftar hewan terancam punah karena populasi mereka telah bertambah.

"Kami bekerja bersama para mitra untuk melindungi dan memulihkan habitat alami mereka," tutur Menteri Dalam Negeri Sally Jewell.

Jewell juga menyatakan hal itu merupakan kisah sukses terbaru berkat penerapan Endangered Species Act (ESA).

Beruang hitam Louisiana sendiri masuk daftar ESA sejak 1992 akibat habitat dan populasinya berkurang.

"Amerika tanpa beruang hitam Louisiana itu seperti Amerika yang membiarkan warisan satwa liar musnah dari generasi muda," tutur Deputi Direktur Badan Perikanan dan Satwa Liar AS Steve Guertin.

Selain beruang hitam Louisiana, beberapa hewan lain juga bisa diselamatkan berkat penerapan ESA, termasuk buaya amerika (Alligator mississippiensis), panther florida (Puma concolor coryi), elang gundul (Haliaeetus leucocephalus), pelikan cokelat (Pelecanus occidentalis), dan paus abu-abu (Eschrichtius robustus).

Proposal untuk mengeluarkan 'Beruang Teddy' dari kategori hewan terancam punah dibuka untuk dikomentari publik hingga 20 Juli dan sidang terbuka akan digelar untuk memutuskan rekomendasi itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya