Raja Salman Tolak Undangan Obama

AFP/Bas/I-1
12/5/2015 00:00
Raja Salman Tolak Undangan Obama
(AP)
PENGUASA Arab Saudi yang baru saja naik takhta, Raja Salman, menolak undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diadakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Sang raja merasa kecewa dengan negosiasi antara AS dan Iran terkait dengan program pengayaan nuklir 'Negeri para Mullah' itu.

Obama telah mengundang enam raja, emir, dan sultan dari kawasan Teluk ke tempat peristirahatannya di Camp David, dalam upaya menggalang dukungan saat Washington menggelar perundingan dengan Teheran. Namun, rencana Obama itu berantakan karena rupanya hanya dua kepala negara Teluk yang mengungkap kesediaan hadir di pertemuan yang sedianya digelar pada Kamis (14/5) mendatang itu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, Minggu (10/5), menyatakan bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Nayef yang akan memimpin delegasi 'Negeri Petrodolar' itu ke KTT tersebut.

Putra Raja Salman, Wakil Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, yang disebut akan menjadi penerus takhta Kerajaan Arab Saudi di masa depan sekaligus pemimpin operasi militer di Yaman, juga akan ikut dalam rombongan delegasi Arab Saudi itu.

Hingga Jumat (8/5), pejabat AS masih berharap Raja Salman akan datang ke Washington. "Ketidakhadiran Raja Salman itu bukan karena masalah substansial antara AS dan Arab Saudi," tegas seorang pejabat AS mengenai absennya Raja Salman dalam pertemuan itu.

Selain Raja Salman yang menolak hadir dalam undangan Obama, Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa juga dipastikan akan absen dalam pertemuan tersebut. Dia akan digantikan oleh putra mahkotanya. Itu berarti, Obama hanya akan bertemu dengan pemimpin Kuwait dan Qatar dalam konferensi tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya