DI usianya yang baru 20 tahun, Mhairi Black menjadi anggota parlemen termuda Britania Raya sejak 1667.
Black menjadi bagian dari kemenangan kelompok nasionalis Skotlandia.
Meski terpilih sebagai anggota parlemen, Black masih harus mengikuti ujian akhir di Universitas Glasgow.
Namun, mahasiswa itu kini akan lebih unggul ketimbang rekan-rekannya di jurusan politik karena akan mempraktikannya langsung sebagai perwakilan Paisley dan Renfrewhsire South dari Partai Nasional Skotlandia (SNP).
Perempuan berambut pirang itu meraih kemenangan mutlak dengan meraup 5.000 suara dan mengalahkan Douglas Alexander, juru bicara urusan luar negeri dan kepala kampanye Partai Buruh.
Saat hasil itu diumumkan, para pendukungnya bersorak bergemuruh.
Namun, Black dengan tenang mengulangi janjinya untuk memperbaiki kualitas hidup warga Skotlandia.
"Kami akan bekerja keras untuk mengakhiri kebijakan penghematan yang merugikan warga, baik di wilayah utara maupun selatan Inggris," tegasnya.
Black berasal dari keluarga pendukung Partai Buruh.
Namun, seperti mayoritas warga Skotlandia lainnya, dia meninggalkan partai kiri-tengah itu, karena partai itu dianggap telah terlalu jauh dari para pendukungnya.
Berdasarkan exit polls, SNP sukses meraih kemenangan besar dengan mendapatkan 58 kursi dari 59 kursi yang diperebutkan di Skotlandia.
Black mengungkapkan bahwa kota tempat tinggalnya terus terpuruk selama beberapa tahun terakhir.
Kini, satu dari lima orang di Paisley berada di bawah garis kemiskinan dan satu dari tiga keluarga mendapatkan bantuan bahan makanan dari pemerintah.
Pada referendum Skotlandia pada September lalu, Black ialah salah satu orang yang aktif berkampanye menuntut kemerdekaan.
Meski gagal mendapat dukungan untuk kemerdekaan, Black menegaskan impian untuk melepaskan diri dari Britania Raya belum berakhir.
"Hasil referendum itu memang mengecewakan. Namun, kurang dari sepekan kemudian, saya siap untuk bekerja lagi. Semua orang bersemangat untuk melanjutkan perjuangan," tegasnya.
Ia berjanji akan mewakili konstituennya lebih baik ketimbang Partai Buruh.