SEBUAH helikopter militer Pakistan yang membawa para diplomat asing jatuh di pegunungan Gilgit-Baltistan, Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan, kemarin. Sumber militer Pakistan mengatakan enam tewas serta 13 korban luka berat dan ringan Korban yang tewas terdiri dari 2 duta besar (dubes), 2 istri duta besar, dan 2 pilot asal Pakistan. Korban meninggal ialah Dubes Norwegia untuk Pakistan Leif Larsen, Dubes Filipina untuk Pakistan Domingo Lucenario, istri Dubes Malaysia untuk Pakistan, dan istri Dubes Indonesia untuk Pakistan Hery Listyawati Burhan.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah mengonfirmasikan jatuhnya helikopter tersebut. Kemenlu Pakistan melalui KBRI di Islamabad memberitakan Listyawati meninggal dalam kecelakaan itu, sementara dubes RI selamat, tapi mengalami luka-luka. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara langsung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Dubes RI. "Kami turut berbelasungkawa. Semoga beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," tutur Retno pada konferensi pers di Gedung Kemenlu, Jakarta, kemarin.
Menurut juru bicara Kemenlu Armanatha Nasir, dari kontak terakhir pada pukul 17.54 WIB diperoleh informasi Burhan saat ini dirawat di Rumah Sakit Combined Military di Gilgit. Evakuasi korban pun sudah dilakukan secepatnya. Namun, sampai berita ini diturunkan, keberadaan jasad Listyawati belum diketahui. Di sisi lain, Dubes Belanda Marcel de Vink dan Dubes Polandia Andrzej Ananicz yang naik helikopter itu juga dinyatakan selamat, tetapi mengalami luka-luka. Juru bicara militer Pakistan, Mayjen Asim Bajwa, mengatakan helikopter tipe MI-17 yang jatuh membawa 17 penumpang, termasuk 11 warga asing. Kehadiran mereka merupakan kunjungan para diplomat dari 37 negara. Tempat jatuhnya helikopter berjarak 300 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Seorang saksi mengatakan helikopter jatuh akibat kerusakan mesin.