MANTAN Gubernur Arkansas Mike Huckabee, kemarin, mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai salah satu kandidat untuk calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik. Huckabee kembali ke kampung halamannya di Hope, Arkansas, sebuah kota kecil yang sama tempat mantan Presiden Bill Clinton dilahirkan, untuk mendeklarasikan secara resmi pencalonannya. "Ini merupakan hal yang sempurna karena saya bisa mendeklarasikan pencalonan diri sebagai kandidat calon presiden AS di tanah kelahiran ini," ujar Huckabee kepada para pendukungnya.
Ayah tiga anak itu menjadi anggota Partai Republik ketiga yang resmi mencalonkan diri pada pekan ini. Dua kandidat lainnya, yaitu mantan kepala eksekutif Hewlett-Packard, Carly Fiorina, dan pensiunan ahli bedah saraf, Ben Carson, menyatakan pencalonannya pada Senin (4/4) . Kali ini, Huckabee berharap untuk memperluas dukungan dari kaum Kristen evangelis. Pada 2008 silam, kaum Kristen tersebut juga telah membantunya memenangi delapan negara bagian dalam kampanye. Namun, akhirnya ia kalah dari Senator John McCain, yang saat itu menjadi calon presiden dari Partai Republik.
Namun, ia menyadari bahwa harapan tersebut kini terasa agak sulit karena beberapa wilayah yang didiami kaum Kristen evangelis kini diisi oleh politisi kawakan seperti Senator Florida Marco Rubio, Senator Kentucky Rand Paul, dan Senator Texas Ted Cruz, Mantan Gubernur Florida Jeb Bush dan Gubernur Wisconsin Scott Walker juga diperkirakan akan segera menyusul untuk maju dalam persaingan. Dalam pencalonan yang kedua kalinya, Huckabee dan para pembantunya mengatakan saat ini ia memegang pandangan yang sangat konservatif kepada isu-isu sosial seperti penolakan terhadap aborsi dan pernikahan gay.
Pria berusia 59 tahun itu juga mengatakan ia merupakan kandidat Partai Republik terbaik yang bisa mengalahkan kandidat kuat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Saat ditanya setelah pengumuman yang ia lakukan di kampung halamannya sendiri, yang juga menjadi kota kelahiran Bill Clinton, yang merupakan suami dari lawan terberat dalam persaingan menuju presiden AS, Huckabee mengaku tidak gentar.
"Saya memerintah di sebuah kota tempat masyarakatnya banyak mendukung Partai Demokrat. Tidak ada gubernur dari Partai Republik yang memiliki lebih banyak pendukung daripada Demokrat. Namun, saya berani untuk maju menentang hal tersebut. Selama 10 tahun saya menjadi gubernur, saya telah mengerti bagaimana memimpin dan menjadi pemimpin yang baik," tegas Huckabee dengan mantap.