Kuil di Nepal Terancam Dijarah

MI/Basuki Eka Purnama
05/5/2015 00:00
Kuil di Nepal Terancam Dijarah
(AFP PHOTO / Nicolas ASFOURI)
DENGAN dikelilingi reruntuhan oker, Pannakaji beristirahat di atas sebuah matras yang diapit deretan patung Buddha di 'Kuil Kera' di Kathmandu. Pria berusia 61 tahun itu berharap keberadaan dirinya bisa mencegah para penjarah melakukan aksi mereka di lokasi tempat leluhurnya mengabdi sebagai biksu selama 1.600 tahun. Kompleks kuil yang bernama resmi Swayambhunath itu merupakan salah satu monumen religius paling tua di Nepal. Sebagian besar kuil itu kini berbentuk reruntuhan akibat gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter yang terjadi pada 25 April lalu.

Sebagian dari stupa yang dibangun pada abad ketujuh itu berada dalam keadaan utuh. Sebagian patung juga secara ajaib sukses bertahan tanpa kerusakan yang berarti. Namun, kini, stupa dan patung itu menjadi incaran para penjarah atau mereka yang mencari sedikit keberuntungan pascabencana itu. "Kami telah menjadi biksu di sini selama 1.600 tahun terakhir. Jadi, saya memutuskan bertahan di sini," ujar Pannakaji saat ditemui di bawah atap terpal tenda darurat bersama 200 biksu lainnya. Gempa dahsyat pada akhir bulan lalu itu menghancurkan gubuk kayu tempat tinggal warga yang berada di sekeliling kuil.

Mereka kini mencari barang-barang yang bisa diselamatkan dari reruntuhan seperti obat-obatan, alat-alat masak, dan pakaian. Para biksu tidak hanya khawatir tinggal di bawah tenda darurat di Kuil Swayambhunath yang bisa dengan mudah runtuh jika ada gempa susulan, tetapi juga menghadapi para penjarah yang datang pada malam hari dan mencuri apa  pun yang bisa mereka ambil dari kuil itu. "Saya tidak tidur. Saya terus berjaga. Saya akan menghentikan siapa pun yang berusaha mencuri patung dari tempat ini," tegas Pannakaji sembari terus menggerakkan tasbih di tangan kanannya.

Khawatir
UNESCO telah mengirimkan tim pakar untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi di Kuil Swayambhunath dan berusaha melindungi situs religius itu dari para penjarah. Arkeolog dan sejarawan David Andolfatto, yang menjadi bagian dari tim pakar itu, mengaku sangat khawatir dengan kemungkinan penjarahan saat peringatan ulang tahun Buddha yang jatuh pada Senin (25/5). "Sebagian besar patung kecil yang terbuat dari tanah liat berhasil selamat dari gempa. Mereka sangat mudah dicuri. Saya sangat khawatir umat yang datang ke kuil ini saat peringatan ulang tahun Buddha akan mengambil patung-patung itu karena kuil ini sangat penting bagi warga Nepal dan umat Buddha setempat," paparnya.

Salah satu patung yang diperkirakan menjadi incaran ialah patung Ajima yang dipercaya memberikan perlindungan terhadap cacar air. Patung itu dalam keadaan utuh di salah satu ruang doa di kuil itu. Andolfatto khawatir umat akan mengambil bagian dari patung itu dengan harapan mendapatkan perlindungan dari Ajima. Saat ini, Andolfatto bersama para relawan dan pakar mengambil gambar dan mencatat seluruh artefak yang ada di Kuil Swayambhunath. Dengan catatan dan dokumen yang terekam, mereka akan mengetahui apakah artefak masih utuh atau hilang. Dia juga tengah berusaha mendesak pemerintah Nepal untuk mengeblok penjualan artefak Nepal secara global terutama melalui sejumlah rumah lelang seperti Christie's dan Sotheby's.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya