Kedubes Indonesia Diteror

Fox/I-2
05/5/2015 00:00
Kedubes Indonesia Diteror
(AP/TATAN SYUFLANA, FILE)
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia di Australia kembali diteror.

Kali ini, teror yang diduga masih terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dikirimkan melalui pos.

Kepada Media Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema mengatakan bingkisan dikirimkan dari sebuah alamat restoran Indonesia di Sydney.

Namun, setelah dicek silang, pengirim hanya mencatut alamat itu.

Bingkisan yang dimasukkan ke amplop itu berupa bubuk putih. Bubuk itu dikemas dalam plastik bening.

"Bingkisan saat ini sudah diperiksa polisi setempat. Saat ini sedang diuji laboratorium," kata Nadjib, kemarin.

Nadjib tidak memungkiri jika dugaan motif teror terkait eksekusi mati Chan dan Sukumaran yang baru saja dilakukan minggu lalu.

"Iya, apalagi (motifnya)?" kata Nadjib.

KBRI Canberra saat ini masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menyelidiki aksi teror itu.

Kepolisian Canberra juga sempat melakukan olah TKP dengan menutup Darwin Avenue yang berada di depan KBRI Canberra selama 2,5 jam.

Aksi teror terhadap kantor perwakilan Indonesia di Australia pernah terjadi sebelumnya.

Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney sempat diteror cairan merah mirip darah pada awal Maret lalu sebagai protes atas eksekusi mati Chan dan Sukumaran.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya