2 Penyerang Pameran Nabi Tewas

Drd/I-2
05/5/2015 00:00
2 Penyerang Pameran Nabi Tewas
(AFP/HANDOUT)
POLISI menembak mati dua pria bersenjata di luar lokasi pameran kartun Nabi Muhammad di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), Minggu (3/5) waktu setempat atau kemarin WIB.

Pameran itu juga dihadiri politikus sayap kanan Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders.

Sejauh ini, terkait dengan penyerangan itu, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Serangan di ajang pameran yang menyinggung perasaan umat Islam itu serupa dengan aksi penyerangan kantor tabloid mingguan satire Charlie Hebdo di Paris, Prancis, yang menewaskan 12 orang pada Januari lalu.

Otoritas 'Negeri Paman Sam' tengah menginvestigasi insiden penembakan tersebut.

Pihak kepolisian setempat masih belum mendapat petunjuk soal serangan ke lokasi pameran kartun tersebut.

Kelompok sayap kanan, Inisiatif Pembelaan Kemerdekaan Amerika (AFDI), menggelar pameran tersebut di pinggiran Kota Dallas.

Pameran itu juga mengundang tokoh kontroversial, Wilders, yang kerap menentang Islam dan menjadi target penyerangan kelompok radikal Islam.

Polisi menjelaskan dua penyerang bersenjata memasuki ruang pameran di Garland, Texas.

Saat itu, kedua pria bersenjata tadi langsung melepaskan tembakan ke arah seorang petugas keamanan.

"Aparat kepolisian Garland terlibat baku tembak dengan dua pria bersenjata tersebut. Keduanya tertembak dan tewas," demikian penjelasan pihak kepolisian Kota Garland.

Seorang petugas keamanan mengalami luka tembak pada bagian pergelangan kaki.

Dia sempat dirawat di sebuah rumah sakit dan telah diizinkan meninggalkan rumah sakit tersebut.

Anggota kepolisian setempat menjelaskan baku tembak antara polisi dan dua penyerang hanya berlangsung beberapa detik.

Sebelum pelaksanaan pameran, panitia penyelenggara telah mempersiapkan penjagaan keamanan secara ketat.

Mereka mengetahui pameran yang digelar sangat berisiko diserang.

Tokoh tamu yang diundang, Wilders, telah lama diancam dibunuh oleh kelompok Islam garis keras.

Pasalnya, dia kerap mengkritik dan melecehkan ajaran Islam.

"Saya terkejut. Saya baru saja berbicara setangah tentang kartun, Islam, dan kebebasan berbicara. Saya baru saja menyampaikan pendapat," ucap Wilders kepada AFP.

"Serangan ini adalah serangan terhadap kebebasan kita semua," imbuh Wilders.

"Saya harap serangan ini tidak terkait dengan daftar yang dibuat Al-Qaeda."

Politikus asal Belanda itu mengatakan dirinya akan segera kembali ke negaranya, tetapi akan kembali ke Amerika Serikat pekan depan untuk konferensi sayap kanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya