Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK adalah rumah bagi 18 dari 20 kota yang paling banyak dipantau di dunia. Sebuah studi oleh situs web teknologi Inggris Comparitech melaporkan lebih dari setengah kamera pengintai digunakan secara global berada di negara itu.
Dikutip South China Morning Post, penggunaan video langsung untuk pengawasan di Tiongkok akan terus tumbuh. Tetapi, hal itu dinilai tidak serta merta mengurangi angka kejahatan.
"Argumen utama yang mendukung pengawasan closed-circuit television (CCTV) adalah peningkatan penegakan hukum dan pencegahan kejahatan. (Tetapi) jumlah kamera yang lebih tinggi hanya sedikit berkorelasi dengan indeks kejahatan yang lebih rendah," tulis studi tersebut.
Baca juga: AS Mulai Kosongkan Konsulat di Chengdu
Sistem pengawasan video nasional Tiongkok, diklaim pihak berwenang untuk menjaga keamanan publik. Negara itu telah melengkapi dengan lebih dari 20 juta kamera pada 2017 dan diharapkan bertambah jutaan lainnya di 2020.
Adapun, penelitian ilmu sosial menunjukkan masih ada sedikit korelasi antara memperluas jaringan pengawasan video dan mengurangi kejahatan.
Severine Arsene, seorang asisten profesor di Universitas Tiongkok Hong Kong mengatakan pemasangan massal CCTV mendukung fokus kebijakan publik pada kejahatan kecil di ruang publik, seperti pencurian dan agresi, katanya.
Tetapi, kamera tidak dapat menangkap kejahatan yang terjadi di tempat lain, seperti kejahatan keuangan dan penggelapan pajak.
"Meskipun mungkin memiliki efek jera, dalam beberapa kasus itu hanya berarti bahwa kejahatan dipindahkan ke suatu daerah tanpa pengawasan, bukan hanya dibatalkan," kata Arsine.
Diketahui, Beijing memiliki 1,15 juta kamera yang menduduki peringkat teratas dalam hal jumlah kamera yang dipasang. Sekitar 60 kamera per 1.000 orang. Kemudian, diikuti Shanghai dengan 1 juta kamera.
Namun, Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, dan Wuxi, di Provinsi Jiangsu dekat Shanghai, adalah 2 kota yang paling banyak diawasi di dunia dengan basis per kapita.
Taiyuan memiliki sekitar 465.000 kamera untuk hampir 4 juta orang atau lebih dari 110 kamera per 1.000.
Dari kota-kota non-Tiongkok, London berada di peringkat ketiga dan Hyderabad di India mengambil tempat ke-16.
Sebuah laporan terpisah oleh IHS Markit, penyedia data yang berbasis di London, mengatakan Tiongkok memiliki 1 kamera yang dipasang untuk setiap 4,1 orang pada 2018. Sedangkan Amerika Serikat (AS) memiliki 1 per 4,6 orang.
Diperkirakan Tiongkok akan menginstal 567 juta kamera pada 2021, sementara AS akan menginstal 85 juta.
Arsene menambahkan Tiongkok mungkin akan memperluas kemampuan pengawasan mereka untuk meningkatkan penyebaran kamera yang memiliki fitur pengenalan wajah. Namun, teknologi yang secara otomatis mengidentifikasi orang mungkin juga bisa digunakan untuk menargetkan lawan pemerintah atau bahkan etnik minoritas.
"Kita perlu mempertimbangkan kemungkinan penyalahgunaan, seperti menguntit, memeras, menghapus bukti, serta memperluas secara bertahap lingkup pengawasan di luar penggunaan awal yang dimaksudkan," ujarnya.
Pemerintah harus membangun masyarakat yang lebih inklusif dengan akses yang sama ke pendidikan, budaya dan perawatan kesehatan, daripada mencoba untuk memperbaiki masalah dengan pengawasan yang lebih banyak. Selain itu juga perlu menjabarkan peraturan yang jelas tentang penggunaan CCTV di ruang publik dan pribadi dengan keterbatasan tentang bagaimana data dikumpulkan, disimpan, diakses dan digunakan, katanya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved