Saudi Pukul Mundur Kelompok Houthi

MI/Haufan Hasyim Salengke
02/5/2015 00:00
Saudi Pukul Mundur Kelompok Houthi
(AP/Hani Mohammed)
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan pasukannya, pada Kamis (30/4) waktu setempat, berhasil menewaskan puluhan pemberontak Syiah Houthi. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Saudi melaporkan tiga tentara mereka ikut tewas dalam baku tembak dengan milisi. Menurut Saudi, pasukan pemberontak penentang pemerintahan yang sah di Sana'a itu menargetkan pos pantauan di Kota Najran yang berbatasan dengan Yaman. "Pasukan darat telah memukul mundur serangan yang dilancarkan Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan pemimpin Yaman Ali Abdullah Saleh di Najran," ungkap Kemenhan dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Pers Saudi.

Pasukan darat menghadapi para pemberontak dengan dukungan serangan udara sehingga menyebabkan puluhan milisi tewas. Dalam beberapa insiden periodik sebelum itu, sembilan tentara Saudi dan penjaga perbatasan tewas akibat baku tembak di wilayah perbatasan. Namun, serangan di Najran itu merupakan yang pertama kali militer Saudi diserang Houthi dengan skala penuh di teritorium kerajaan tersebut.

Juru bicara pasukan koalisi, Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri menyatakan tujuan operasi militer bersandi Operation Decisive Storm ialah mengembalikan kekuasaan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi dan menghentikan aksi Houthi yang mengancam wilayah. Awal April lalu, pihak koalisi mengklaim lebih dari 500 pemberontak tewas dalam bentrokan di wilayah perbatasan dengan militer Saudi sejak aksi serangan udara dimulai pada 26 Maret lalu.

Di hari yang sama, pertempuran berkecamuk di bandara internasional Aden di Yaman Selatan, antara pemberontak Houthi yang didukung militer loyalis Abdullah Saleh dan Komite Perlawanan Rakyat (PRC) yang didukung penduduk lokal. PRC yang setia pada Presiden Hadi berhasil merebut kembali bandara dari Houthi setelah pesawat tempur koalisi membombardir sejumlah posisi kunci mereka.

Iran persenjatai Houthi
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan rahasia yang mengungkap keterlibatan Iran dalam konflik di Yaman. Teheran disebut menyuplai persenjataan bagi pemberontak Houthi setidaknya sejak 2009. Laporan panel ahli itu telah disampaikan, pekan lalu, kepada komite Dewan Keamanan yang menangani sanksi bagi Iran. Tim ahli melaporkan hasil temuan penyelidikan dari penangkapan kapal Iran bernama Jihan oleh otoritas Yaman pada 2013.

Kapal itu diketahui membawa senjata. Laporan itu juga menyebut upaya kapal nelayan Iran yang diam-diam mengirimkan ratusan roket antitank dan antihelikopter ke pemberontak. "Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Republik Islam Iran merupakan tempat asal pengiriman senjata tersebut dan penerima yang dituju ialah Houthi di Yaman," ungkap laporan itu. Keterlibatan 'Negeri Para Mullah' itu diungkap di tengah upaya PBB menengahi perundingan diakhirinya kampanye udara pimpinan Saudi di Yaman dan mendorong pembicaraan damai. berbagai kesempatan, Iran membantah tudingan ikut menyuplai senjata bagi Houthi yang sama-sama berideologi Syiah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya