Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pencarian dan penyelamatan (SAR) korban gempa di balik reruntuhan bangunan di seluruh penjuru Nepal bangkit atau bergairah kembali, kemarin.
Secercah harapan muncul dipicu oleh keberhasilan tim yang menggali reruntuhan material menemukan korban yang telah terjebak selama berhari-hari, tapi ternyata masih bernapas.
Enam hari sejak guncangan gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter terjadi, pihak berwenang menyebut jumlah korban tewas di Nepal telah mencapai lebih dari 6.200 jiwa dan sekitar 100 lebih lainnya tewas di India dan Tiongkok.
Getaran gempa terhebat dalam kurun lebih dari 80 tahun terakhir di Nepal itu juga ikut dirasakan di India, Malaysia, Bangladesh, dan Tibet.
Tim SAR dari 20 negara lebih telah mengambil bagian dalam pencarian korban di Kathmandu yang hancur serta wilayah-wilayah perdesaan yang dekat dengan pusat gempa.
Ketika harapan tak akan ada lagi korban yang bisa diselamatkan dalam keadaan bernyawa mulai memudar, upaya penyelamatan bergairah kembali, Kamis (30/4).
Seorang korban bernama Pemba Tamang, 15, ditarik ke tempat yang aman dari balik reruntuhan bangunan wisma. Setelah itu, tim SAR kembali mengeluarkan korban lainnya, Devi Khadka, 30, juga dalam keadaan masih hidup. Keberhasilan itu diiringi tangis bahagia, setelah 10 jam petugas mencoba mengangkat korban. Devi terlihat ikut menangis tanda sukacita saat mendapati personel SAR.
"Dia terluka, tapi dia sadar dan berbicara," kata seorang tentara utama Nepal kepada wartawan AFP di tempat kejadian. "Seolah-olah dia telah dilahirkan kembali."
Pemba Tamang mengatakan selama terperangkap di bawah material, ia bertahan hidup dengan mengonsumsi satu stoples ghee atau mentega. Di sisi lain, tim bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) telah tiba di Kathmandu dengan pesawat B 737-400 TNI-AU, Kamis (30/4).
Tim dipimpin langsung oleh Dubes RI untuk Bangladesh, Iwan Wiranataatmadja, didukung tim utama dari Kemenlu, TNI-AU, dan BNPB. Tim juga mengikutsertakan dua anggota Tim DVI Polri dan wakil dari THC.
"Kami akan melakukan semua upaya yang memungkinkan untuk mencari dan mengevakuasi WNI. Pada tahap awal, tim Kemenlu dan BNPB sudah melakukan koordinasi dengan tim Internasional yang dipimpin Nepal dalam rangka intensifikasi pencarian dan evakuasi WNI," ujar Dubes Iwan Wiranataatmadja dalam rilis yang diterima Media Indonesia, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved