300 Perempuan Dibebaskan dari Boko Haram

MI
30/4/2015 00:00
300 Perempuan Dibebaskan dari Boko Haram
(AP/Alastair Grant)
MILITER Nigeria, Selasa (28/4) waktu setempat, mengklaim telah menyelamatkan hampir 300 perempuan, sebagian besar anak-anak, selama operasi terhadap kelompok garis keras Boko Haram.

Namun, tidak ada konfirmasi perempuan yang diselamatkan ialah yang diculik dari Chibok pada tahun lalu.

"Pasukan telah mengambil alih dan menghancurkan tiga kamp teroris di dalam Hutan Sambisa. Mereka menyelamatkan 200 anak-anak perempuan, 93 perempuan dewasa," kata juru bicara departemen pertahanan Chris Olukolade dalam pesan teks, mengacu pada wilayah di timur laut Negara Bagian Borno yang menjadi basis kelompok ekstremis itu.

Olukolade tidak memberikan indikasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi para sandera Boko Haram yang berhasil diselamatkan itu.

Sebelumnya, kelompok Boko Haram mengklaim telah menculik 276 gadis saat menyerang sebuah sekolah menengah di Chibok, Negara Bagian Borno, pada 14 April tahun lalu. Sebanyak 57 anak perempuan berhasil melarikan diri beberapa jam setelah serangan itu, tapi 219 siswi lainnya masih disandera.

Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau bersumpah akan menikahi para sandera atau menjual mereka sebagai 'budak'. Memang banyak laporan yang menyebut para siswi sekolah itu dipaksa menikah dengan anggota militan.

Ayuba Alamson-Chibok, seorang guru yang berkampanye atas nama anak perempuan yang disandera, mengatakan ia meragukan mereka yang diselamatkan berasal dari Chibok. "Saya meyakini tidak mungkin para gadis-gadis itu berada di satu tempat," kata Alamson-Chibok, yang dua sepupunya ikut diculik.

Dalam beberapa pekan setelah penculikan massal, sumber-sumber keamanan Nigeria dan penduduk setempat di Borno mengatakan ada indikasi gadis-gadis itu telah dibawa ke Hutan Sambisa.

Namun, para pejabat pertahanan dan ahli sepakat mereka mungkin dipisahkan 13 bulan terakhir. Sebuah keraguan yang signifikan terhadap kemungkinan bahwa mereka ditahan bersama-sama dalam satu kelompok saja. (AFP/AP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya