RAJA Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, menunjuk Menteri Dalam Negeri Mohammed bin Nayef sebagai ahli waris barunya, Rabu (28/4) waktu setempat.
Dia menempatkan anaknya, Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman, pada urutan kedua suksesi dalam sebuah perombakan kabinet yang dramatis.
Titah kerajaan telah 'mendepak' Putra Mahkota Muqrin bin Abdul Aziz Al Saud dari daftar ahli waris takhta berikutnya.
Salman menggantikan Muqrin dengan Pangeran Mohammed bin Nayef.
Pangeran Nayef dikenal tegas dalam memimpin termasuk memberangus gerakan jaringan Al-Qaeda dari negara pengekspor minyak utama di dunia itu.
"Kami telah memutuskan untuk me-respons Yang Mulia dan apa yang telah dia katakan tentang keinginannya untuk dicopot dari posisi putra mahkota," demikian pernyataan dari Istana Kerajaan Saudi yang disampaikan pejabat Saudi Press Agency.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Muqrin, 69, juga dibebaskan dari jabat-annya sebagai wakil perdana menteri.
Meski demikian, ditegaskan bahwa 'dia akan selalu tetap berada dalam penghormatan yang tinggi'.
Di samping ditetapkan sebagai putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Nayef, 55, otomatis menjabat wakil perdana menteri.
Nayef akan meneruskan jabatannya sebagai menteri dalam negeri.
Nayef juga didaulat sebagai kepala dewan politik dan keamanan dari badan koordinasi.
Dalam dekrit itu, Raja Salman juga mengganti Menteri Luar Negeri (Menlu) Pangeran Saud al-Faisal, yang memegang peran itu sejak Oktober 1975.
Saud digantikan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) Adel al-Jubeir.
Penunjukan tersebut menjadikan Al-Jubeir sebagai figur nonkerajaan pertama yang menempati pos tersebut.
Sebuah keputusan yang terpisah mengatakan anak Raja Salman, Pangeran Mohammed bin Salman, yang diperkirakan baru saja berusia 30-an, akan menjadi wakil putra mahkota.
Pangeran Mohammed tetap menjabat menteri pertahanan dan baru-baru ini memainkan peran kunci dalam serangan pasukan koalisi militer Teluk pimpinan Saudi terhadap pemberontak Syiah, Houthi, di Yaman.