Iran Tangkap Kapal Kargo Amerika Serikat

Andhika Prasetyo
30/4/2015 00:00
Iran Tangkap Kapal Kargo Amerika Serikat
(WIKIPEDIA)
OTORITAS Iran menangkap sebuah kapal kargo Maersk Tigris berbendera Kepulau-an Marshall milik Amerika Serikat (AS) di Selat Hormus, Selasa (28/4).

Sebelum menangkap Maersk Tigris itu, lima kapal Iran mencegatnya lalu memerintahkan kapten kapal untuk masuk ke wilayah perairan Iran.

Namun, kapten kapal Maersk Tigris menolaknya.

"Kapten kapal kargo menolak permintaan pasukan Iran dan seketika itu satu dari lima kapal Iran langsung melepaskan tembakan peringatan," ujar juru bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren.

Maersk Tigris lantas digiring menuju perairan Iran, menuju Pulau Larak.

Kejadian itu, jelas Warren, berlangsung pada pukul 09.05 GMT (16.05 WIB) ketika Maersk Tigris melintasi Selat Hormus yang menghubungkan Laut Arab dan Teluk Persia.

Menurut Warren, kapal Maersk Tigris sedang melakukan perjalanan melalui wilayah perairan yang sesuai dengan kesepakatan internasional terbuka untuk dilintasi kapal asing.

"Kapal itu sedang melintasi sebuah rute maritim internasional dan tidak melanggar batas perairan. Iran tidak pantas melepaskan tembakan peringatan," tegas Warren.

Meski begitu, Warren menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan intervensi Iran itu sebagai pelanggaran kebebasan navigasi internasional.

Adapun menurut Hadi Haghshenas dari Organisasi Maritim dan Pelabuhan Iran sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim, penyitaan kapal itu dilakukan sesuai dengan perintah pengadilan Iran karena kasus tunggakan utang.

Insiden yang terjadi antara Iran dan AS itu dinilai akan menambah ketegangan kedua negara.

Hubungan antara Iran dan AS memanas terutama berkaitan dengan program nuklir Iran dan krisis berkepanjangan di Yaman, ditambah lagi pernyataan Presiden AS Barack Obama pada pekan lalu yang menyebut keberadaan kapal-kapal angkatan laut AS di wilayah Teluk bertujuan 'menjamin kebebasan navigasi'.

USS Farragut dikerahkan
Sebelum insiden penangkap-an terjadi, Maersk Tigris bersandar di pelabuhan Laut Merah Jeddah, Arab Saudi, dan berlayar ke perairan Teluk menuju pelabuhan Jebal Ali, Uni Emirat Arab.

Maersk Tigris dioperasikan Rickmers Ship Management, yakni perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dan Hamburg, Jerman.

Kapal itu membawa kargo untuk AP Moeller-Maersk, sebuah perusahaan Denmark.

Cor Radings, juru bicara Rick-mers Ship Management, menyatakan di dalam kapal Maersk Tigris terdapat 24 ABK yang seluruhnya warga Eropa Timur dan Asia, tanpa warga AS.

Kapal itu membawa kargo perdagangan biasa dan tidak bermuatan senjata.

"Kami tidak tahu mengapa kami dihentikan," kata Radings.

Pihak perusahaan juga menyatakan belum bisa menghubungi Maersk Tigris dan belum mendapatkan pernyataan apa pun dari otoritas Iran.

Dalam menanggapi ditangkapnya Maersk Tigris, Komando Pusat Militer AS mengerahkan kapal penghancur Angkatan Laut AS, USS Farragut, bersama dengan pesawat tempur angkatan laut P-3 untuk bersiaga dan memantau situasi.

Saat ini, USS Farragut berada sekitar 60 mil dari lokasi kejadian dan tidak bisa bergerak lebih jauh ke wilayah perairan Iran.

Komando Sentral AS yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah terus melakukan komunikasi dengan perwakilan perusahaan pelayaran dan memantau situasi.

Seorang pejabat militer AS mengatakan belum ada komunikasi antara Angkatan Laut AS dan Iran. (AFP/NYTimes/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya