Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VLADIMIR Putin telah menandatangani Perintah Eksekutif amandemen Konstitusi Rusia yang akan memungkinkannya untuk tetap berkuasa hingga 2036.
Presiden Rusia, 67, menuliskan namanya dalam Perintah Eksekutif, Jumat (3/7), yang akan mulai berlaku, Sabtu. Amandemen konstitusi yang didukung oleh pemungutan suara nasional itu juga mencakup klausul pernikahan antara pria dan wanita, yang bertujuan mencegah legalisasi gay.
Penandatanaganan terjadi setelah Putin mengklaim kemenangan dalam referendum dengan meraup 78% suara, di tengah tuduhan kecurangan yang meluas.
Sergey Shpilkin, seorang peneliti pemilihan independen yang terkenal dari Rusia, memperkirakan sebanyak 20 juta surat suara yang diberikan dalam pemungutan suara Rabu dipalsukan. Selama pemilihan presiden terakhir dia memperkirakan 10 juta suara adalah palsu.
"Amandemen mulai berlaku. Amandemen ini mulai berlaku, tanpa melebih-lebihkannya, atas kehendak rakyat,” ujar Putin setelah ia menandatangani Perintah Eksekutif. “Kami membuat keputusan penting ini bersama, sebagai sebuah negara."
Selain memperpanjang batasan masa jabatan Putin, amandemen melarang pernikahan sesama jenis dan menyebutkan 'kepercayaan pada Tuhan sebagai nilai inti' dalam masyarakat Rusia. Namun Putin menyatakan Rusia tidak mendiskriminasi orang berdasarkan orientasi seksual.
Konstitusi baru juga akan menekankan pentingnya hukum Rusia atas semua hukum internasional.
Putin mengusulkan amandemen konstitusi pada Januari dan berkeras masih layak untuk menjabat dan menyerukan jajak pendapat tentang hal itu dan isu-isu nasional lain.
Pemungutan berlangsung di tengah meluasnya laporan tekanan pada pemilih dan penyimpangan lainnya, termasuk pemungutan suara.
Analisis menemukan beberapa kawasan yang melaporkan tingkat partisipasi mendekati 100%. Semakin tinggi jumlah pemilih, semakin besar kemungkinan surat suara yang akan menyetujui perubahan—sangat diyakini surat suara 'ya' telah ditambahkan ke kotak suara.
Para kritikus Kremlin mengecam hasil referendum tersebut sebagai pemalsuan dan melemahkan legitimasi amandemen tersebut.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Ella Pamfilova menolak klaim kritikus, mengatakan hasil pemungutan suara itu 'asli' dan legitimasinya 'tidak bisa dibantah.'
Vyacheslav Volodin, juru bicara Duma Negara (majelis rendah parlemen Rusia), mengatakan anggota parlemen akan mulai mengerjakan RUU, tanpa mengambil istirahat musim panas tradisional mereka. (Daily Mail/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved