Pemerintah Kirim Bantuan ke Nepal

Pra/Nov/Bay/DG/X-9
30/4/2015 00:00
Pemerintah Kirim Bantuan ke Nepal
Tim bantuan kemanusiaan Indonesia bersiap diberangkatkan ke Nepal di base ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (29/4).(ANTARA/Rosa Panggabean)

PEMERINTAH Indonesia mengirimkan tim bantuan kemanusiaan ke Nepal sekaligus untuk mengevakuasi WNI dari negara yang baru saja dilanda gempa dahsyat itu. Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk solidaritas yang diserukan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA).

Tim diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, kemarin, menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI-AU dan dijadwalkan tiba di Kathmandu, Nepal, dini hari tadi.

Tim berkekuatan 69 orang dari Kementerian Luar Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, dan Palang Merah Indonesia.

Mereka akan menyerahkan bantuan tahap pertama berupa 6 ton kebutuhan yang paling mendesak, seperti tenda rumah sakit dan peralatan operasi. Ada pula tenda pengungsi, peralatan medis, makanan siap saji, dan obat-obatan.

"Beberapa hari yang lalu kita menyelenggarakan KAA dan salah satu yang kita serukan ialah solidaritas di antara negara-negara Asia-Afrika. Pengiriman bantuan ini bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara kita di Nepal," kata Menlu Retno Marsudi saat melepas keberangkatan tim.

Menurut Wakil Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Krishna Djelani, tim yang diberangkatkan tersebut mengusung dua misi utama. Selain membawa bantuan untuk rakyat Nepal, mereka juga akan mempercepat evakuasi WNI di sana.

Kemenlu mendata ada 76 WNI berada di Nepal saat terjadi bencana gempa 7,9 pada skala Richter. Dari mereka, 19 orang menetap di Nepal dan 57 orang sedang melakukan kunjungan ke Nepal.

Dari 19 WNI yang menetap di Nepal, 13 orang diketahui selamat, sedangkan 6 warga masih ditelusuri keberadaannya. Adapun dari 57 WNI yang sedang berkunjung ke Nepal, 35 dipastikan selamat, 10 belum diketahui nasibnya, dan 12 sudah meninggalkan Nepal.

Korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sudah melebihi 5.000 jiwa. Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala bahkan mengatakan jumlah korban bisa mencapai 10 ribu orang karena banyak desa terpencil belum bisa diakses.

Pada 1934, gempa juga pernah menghancurkan Nepal dan merenggut 8.500 nyawa. Kondisi di Nepal sendiri sangat memprihatinkan. Persediaan makanan dan kebutuhan lain kian menipis.

Warga mulai kehabisan kesabaran karena mereka tak kunjung dievakuasi oleh pemerintah dari kota-kota yang rusak parah. Bentrokan antara warga dan polisi pun pecah, kemarin, dan sedikitnya 27 orang ditangkap karena menjarah barang-barang di rumah kosong.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya