Gempa tidak Terasa di Pokhara

AFP/Wendy Mehari Utami/I-2
29/4/2015 00:00
Gempa tidak Terasa di Pokhara
(AFP/SAJJAD HUSSAIN)
DI tengah-tengah kondisi sebagian wilayah Nepal yang porak-poranda akibat gempa, Kota Pokhara tetap ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Pokhara terletak sekitar 73 km dari pusat gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter yang mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4).

Di sana, aktivitas pelesir seperti berperahu atau berparalayang masih berjalan seperti biasa.

"Sejujurnya saya hampir tidak merasakan gempa itu. Saya baru sadar ada gempa saat saya lihat orang-orang di sekitar saya panik," kata Rick Tul, 20, pelancong asal Belanda.

Pada Senin (27/4), ia tengah bersiap melancong naik perahu di Danau Pokhara.

Turis lain, Caroline Ahern, 26, yang berasal dari Irlandia, juga mengaku tidak terlalu terpengaruh gempa.

Dia sempat merasakan gempa, tapi dia menyebutnya, "Hanya seperti bergoyang-goyang saat naik perahu."

Dia sendiri asyik mempersiapkan diri untuk meluncur dengan paralayang di tepi tebing di Pokhara.

Wisatawan lain dari Belanda, Mariana Hoake, 51, pun pergi ke Pokhara. Dia berada di Kathmandu saat gempa terjadi. Untungnya dia selamat. "Mengerikan. Saya melihat sendiri kuil-kuil dan bangunan-bangunan yang baru saja saya kunjungi ambruk berkeping-keping," kisahnya.

Setelah itu, Hoake memutuskan pergi dari Kathmandu dan menuju Pokhara. "Karena semuanya sudah runtuh di sana, saya memutuskan pergi dari Kathmandu. Di sana tidak ada listrik atau koneksi telepon jadi saya pergi ke Pokhara ini," kata dia.

Sesampainya dia di Pokhara, Hoake melihat sendiri wilayah itu bagaikan tidak tersentuh bencana.

"Di sini sungguh damai, berbeda sama sekali dengan Kathmandu setelah gempa terjadi. Di sini semuanya terasa biasa saja. Warga bekerja seperti biasa, anak-anak bermain di mana-mana, listrik menyala, internet pun tersambung," tuturnya.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat, pusat gempa sesungguhnya terletak 4 kilometer lebih dekat ke Pokhara daripada ke Kathmandu. Namun, Milap Chand Sharma, pakar gempa di New Delhi, India, menyatakan Kota Pokhara terletak pada fondasi batu yang solid dan bukan material sedimen yang dapat berguncang saat gempa terjadi. Di Pokhara pun tidak banyak terdapat bangunan berlantai banyak.

Pokhara juga merupakan gerbang menuju jalur tracking yang mengelilingi Pegunungan Annapurna. Beberapa pelancong di Annapurna dilaporkan harus dievakuasi dengan menggunakan helikopter karena sempat terjebak longsoran salju akibat gempa.

Namun, Direktur Kementerian Pariwisata Nepal Tulsi Gautam menyatakan tidak ada korban tewas di Annapurna. "Memang ada beberapa pendaki di sana, tapi mereka semua selamat," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya