Bencana Topan Tewaskan 44 Orang

AFP/Bas/I-3
28/4/2015 00:00
Bencana Topan Tewaskan 44 Orang
(AP/MOHAMMAD SAJJAD)
ANGIN kencang dan hujan lebat yang disebut sebagai minitopan menghantam wilayah barat laut Pakistan pada Minggu (26/4) malam waktu setempat. Kejadian itu menyebabkan 44 orang tewas dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.

Topan itu menghantam Kota Peshawar dan wilayah di sekelilingnya. Pohon-pohon bertumbangan, atap dan din-ding rumah roboh, serta sejumlah jalan terputus.

Korban luka mencakup sekitar 100 anak. Di sisi lain, para petani dipastikan gagal panen. "Sedikitnya 44 orang tewas dan 202 orang terluka. Topan yang diikuti hujan lebat itu menyebabkan lahan gandum dan anggrek rusak," ujar Menteri Informasi Provinsi Mushtaq Ghani.

Ghani menambahkan pihak berwenang kini tengah menghitung kerusakan akibat bencana itu. Dia memperkirakan ratusan hewan ternak tewas akibat topan tersebut.

Listrik masih dimatikan untuk kawasan Peshawar, Ibu Kota Provinsi Khyber Pak-thunkhwa, serta di sebagian wilayah Distrik Nowshera dan Charsadda.

Menurut Ghani, sebanyak 29 orang tewas di Peshawar, 10 orang di Charsadda, dan 5 orang di Nowshera.

Aamir Afaq, pejabat senior di otoritas manajemen bencana Provinsi Khyber Pakthunkwa, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengirimkan bantuan berupa makanan, tenda, dan obat-obatan untuk korban topan.

Saksi mata di Peshawar mengatakan tim penyelamat tengah menyingkirkan pohon-pohon tumbang untuk membuka jalan, sementara sejumlah teknisi dari operator telepon seluler memperbaiki menara pemancar.

Pada Minggu (26/4) malam, banjir akibat hujan lebat yang terjadi mencapai ketinggian 1 meter di beberapa wilayah Peshawar yang berpenduduk lebih dari 3 juta orang.

Militer Pakistan telah diturunkan untuk membantu upaya penyelamatan korban. Mereka menggunakan sejumlah perlengkapan untuk mencari para penyintas seperti radar penembus beton, alat pemotong beton, dan anjing pelacak.

Standar keamanan terutama pada bangunan sangat minim di Pakistan. Mayoritas dari 200 korban tewas akibat hujan lebat yang terjadi pada tahun lalu ialah karena tertimpa atap rumah mereka.

Buruknya konstruksi juga dituding sebagai penyebab robohnya apartemen Margalla Towers di Islamabad saat gempa 2005 yang menewaskan 78 orang.

Kota Peshawar juga merupakan garis depan dalam perang melawan kelompok ekstremis yang mulai muncul pada 2004 pascainvasi pasukan pimpinan AS ke Afghanistan.

Saat pasukan AS beroperasi di Afghanistan, kelompok militan Al-Qaeda serta Taliban bergerak memasuki wilayah Pakistan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya