Bantuan Internasional Berdatangan

Haufan Hasyim Salengke
28/4/2015 00:00
Bantuan Internasional Berdatangan
(AP/ALTAF QADRI)
TIM bala bantuan kemanusiaan dan negara-negara di seluruh dunia mulai bekerja keras memberi bantuan kepada puluhan ribu korban bencana gempa bumi yang mengguncang Nepal.

Bantuan kemanusian dari masyarakat internasional pun terus mengalir dan berdatangan di Nepal. Pemerintah Inggris menggelontorkan dana US$7,6 juta untuk Palang Merah Inggris yang bertolak ke Nepal. Tim tanggap bencana Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan dana US$1 juta sebagai bentuk bantuan darurat. Australia dan Selandia Baru telah menjanjikan dana lebih dari US$4,5 juta. Adapun Korea Selatan siap mengucurkan bantuan kemanusiaan sebesar US$1 juta.

Sebelumnya, India mengirim 13 pesawat militer sarat dengan berton-ton makanan, tenda, selimut, dan bantuan lainnya. Namun, persoalan akses jalan terputus, listrik padam, dan rumah sakit yang kewalahan menangani pasien menjadi tantangan dalam upaya penanganan korban bencana.

Ketua Divisi Manajemen Bencana Kementerian Dalam Negeri Nepal Rameshwor Dangal mengungkapkan jumlah resmi korban yang tewas akibat gempa meningkat dari 2.430 menjadi angka 3.218 jiwa. "Korban yang tewas mencapai 3.218 jiwa dan lebih dari 6.500 orang mengalami luka-luka," ujarnya.

Bencana gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter yang terjadi pada Jumat (24/4) tersebut juga merenggut nyawa sekitar 90 orang di negara-negara tetangga, seperti India dan Tiongkok.

Gempa terparah yang dialami Nepal dalam kurun lebih dari 80 tahun itu juga dirasakan getarannya di India, Malaysia, Bangladesh, dan Tibet di wilayah barat daya Tiongkok.

Bersamaan dengan korban tewas terus bertambah, AS bersama-sama dengan negara-negara Eropa dan Asia mengirim tim bantuan untuk memperkuat tim SAR lokal yang tengah berjuang untuk menemukan korban selamat di Kathmandu, Ibu Kota Nepal, dan wilayah perdesaan.

"Tragis, begitu banyak mayat ditarik dari reruntuhan bangunan setiap jam," ungkap petugas Palang Merah Australia dalam sebuah pernyataan. "Saluran komunikasi bermasalah di banyak area. Kehancuran yang luas, puing-puing, dan tanah longsor telah menghambat bantuan di banyak desa."

Rentan penyakit
Badan Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan hampir satu juta anak terkena dampak bencana gempa. Mereka sangat membutuhkan bantuan dan rentan terkena penyakit. Setelah rumah orangtua mereka hancur, ribuan anak harus berkemah di tempat terbuka di Ibu Kota Kathmandu.

"Setidaknya 940 ribu anak yang tinggal di daerah terkena dampak gempa di Nepal sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan," demikian penjelasan dari UNICEF terkait dengan kondisi anak-anak di Nepal.

Di sisi lain, pascagempa, ribuan orang dari mancanegara berbondong-bondong untuk meninggalkan Nepal. Banyak dari turis bersama keluarga mereka terpaksa tidur di sekitar bandara. Michael Mackey, satu dari ribuan wisatawan, yang masih menanti giliran untuk bisa meninggalkan negara yang dilanda gempa dahsyat itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya