PERHIMPUNAN Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) memandang tindakan Tiongkok telah mengganggu perdamaian terutama soal sengketa Laut China Selatan. Pasalnya, Tiongkok telah menetapkan garis batas wilayah mereka berada di daerah terumbu karang yang berisiko mengganggu perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan.
Mengenai sengketa dengan Tiongkok, para pemimpin negara ASEAN menjadikannya sebagai salah satu agenda pembicaraan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dibuka di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.
Tiongkok juga telah terang-terangan mengklaim sebagian wilayah perairan strategis di area yang masuk wilayah sejumlah negara ASEAN.
Pernyataan pemerintah Tiongkok soal klaim wilayah perairan itu menjadi 'perhatian serius' di KTT ASEAN. Reklamasi pulau di daerah terumbu karang yang masih sengketa oleh Tiongkok kian memicu kekhawatiran.
"Kita memberi perhatian serius apa yang disampaikan beberapa pemimpin (ASEAN) soal reklamasi pulau yang terjadi di Laut China Selatan yang bisa mengganggu perdamaian, keamanan, dan stabilitas," demikian pernyataan Malaysia sebagai ketua KTT ASEAN.
Negara anggota ASEAN-- Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei--memiliki wilayah laut yang kaya sumber energi, ikan, dan jalur vital perdagangan dunia. Namun, Beijing mengklaim hampir semua wilayah yang mencakup kawasan empat negara tersebut.
Foto-foto satelit yang dirilis bulan ini menunjukkan armada kapal Tiongkok tengah menguruk kawasan terumbu karang yang bernama Mischef di Kepulauan Spartly.
Foto-foto lain menunjukkan pelabuhan dan jalur dibentuk fiery cross yang juga berada di Kepulauan Spratly. Bahkan kini jumlah terumbu karang di kawasan kepulauan itu terus berkurang jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Dalam pernyataan penutupan, Malaysia yang mendapat giliran menjadi ketua ASEAN yang beranggotakan 10 negara tahun ini menginstruksikan para menteri luar negeri ASEAN segera membahas masalah sengketa dengan Tiongkok melalui mekanisme dialog.
Bersikap tegas Pada Minggu (26/4), sebelum pembukaan KTT ASEAN, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario mengajak ASEAN mengambil sikap tegas terhadap Beijing. Dia mendesak Tiongkok untuk menghentikan reklamasi pulau di wilayah perairan yang disengketakan.
Del Rosario mengingatkan para menlu ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin, bahwa Tiongkok tengah bersiap mencaplok wilayah laut di kawasan Asia Tengara.
Namun, Malaysia mencoba bersikap tenang dalam menghadapi sikap keras Tiongkok.
Pada pidato pembukaan KTT ASEAN, kemarin, Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengatakan ASEAN harus menyelesaikan masalah sengketa dengan Tiongkok secara positif dan konstruktif.
Kendati secara retorik bersatu, negara-negara anggota ASEAN memiliki agenda yang berbeda. Sebagian negara ASEAN mencoba menghindari sikap tegas terhadap Tiongkok dengan alasan demi kepentingan semua anggota ASEAN. Pasalnya, Tiongkok memiliki hubungan dagang dan pengaruh yang kuat di kawasan Asia Tenggara.