Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR seperlima dari anak-anak di Amerika Serikat (AS) tidak mendapatkan cukup makan sejak krisis pandemi covid-19. Hal itu terungkap dalam penelitian yang menyoroti dampak kesehatan yang lebih luas dari krisis.
Laporan Brookings Institution mengatakan sebuah survei menemukan 17,4% ibu dengan anak berusia 12 tahun ke bawah melaporkan anak mereka tidak cukup makan karena kekurangan uang.
"Jelas bahwa anak-anak kecil mengalami kerawanan pangan sampai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern," kata peneliti utama Lauren Bauer, seperti dikutip dari France24, Rabu (6/5).
Baca juga: Tiongkok Tantang Pompeo Ungkap Bukti Soal Lab di Wuhan
"Kerawanan pangan di rumah tangga dengan anak di bawah 18 tahun telah meningkat sekitar 130% dari 2018 hingga saat ini," tambahnya.
Survei untuk mengukur konsekuensi dari pandemi covid-19 menemukan angka yang lebih buruk daripada krisis keuangan pada 2008.
Bauer menggambarkan hasilnya sebagai "mengkhawatirkan". Kepada New York Times, ia mengatakan rumah tangga di AS memutuskan mengurangi porsi dan anak-anak dipaksa untuk tidak makan.
Program makan sekolah yang terganggu juga bisa menjadi faktor, katanya, dengan keluarga yang tidak mengambil makanan dari lokasi distribusi dan saudara yang lebih tua bersaing memperebutkan persediaan makanan yang terbatas di rumah.
Bauer pun menyerukan pemerintah untuk meningkatkan program ketahanan pangan.
Setidaknya 30 juta pekerja AS telah kehilangan pekerjaan mereka akibat penutupan ekonomi yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus.
Laporan ketenagakerjaan pada April, yang dijadwalkan keluar pada Jumat (8/5), diperkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran yang melonjak, mungkin sebesar 20%.
Covid-19 baru telah menginfeksi hampir 1,2 juta orang di AS dan menewaskan sekitar 72 ribu orang. (OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved