Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pakar kesehatan berbicara di hadapan anggota DPR Amerika Serikat (AS), Rabu (6/5), dan mengatakan perang melawan covid-19 akan berlangsung lama dan sulit.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) di era Presiden Barack Obama, Tom Frieden, mengatakan pemerintah AS harus mempersiapkan diri lebih baik untuk mengalahkan virus yang telah melanda dunia itu.
"Hingga kita memiliki vaksin atau ada hal yang tidak terduga terjadi, virus ini akan ada bersama kita selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun," ujar Frieden di hadapan panel kesehatan DPR AS.
Baca juga: Tiongkok Tantang Pompeo Ungkap Bukti Soal Lab di Wuhan
"Apa yang terjadi saat ini, meski sangat buruk, ini adalah permulaan," ujar Frieden yang merupakan komandan tim AS yang menangani krisis Ebola pada 2014.
AS, saat ini, merupakan negara yang paling parah terhantam pandemi covid-19 dengan 1,2 juta kasus positif dan 72 ribu kematian.
Jumlah korban tewas di AS diperkirakan akan menembus angka 100 ribu pada akhir Mei jika tidak ada peningkatan upaya oleh pemerintah AS, ungkap Frieden.
"Intinya, perang melawan covid-19 akan lama dan sulit," tegasnya. (AFP/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved