RI Kirim Bantuan US$2 Juta ke Nepal

MI/(Tlc/Hym/Fox/Pra/AFP/X-7)
28/4/2015 00:00
RI Kirim Bantuan US$2 Juta ke Nepal
( AFP PHOTO / PRAKASH MATHEMA)
INDONESIA mengirimkan bantuan senilai US$2 juta atau sekitar Rp25,98 miliar ke Nepal yang tengah dilanda bencana gempa bumi. Total bantuan itu terdiri dari US$1 juta dari pe merintah dan US$1 juta lainnya dari LSM dan lembaga kemanusiaan lainnya di Indonesia. "Pemberian bantuan atas perintah Presiden Joko Widodo. Untuk menindaklanjuti perintah itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BN PB) telah rapat koordinasi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, lewat pesan elektronik, kemarin. Sutopo menambahkan, pengiriman bantuan akan dilakukan pada Jumat (1/5), atau paling lambat Minggu (3/5). Selain Indonesia, sejumlah negara lain mengirim
kan bantuan dengan nilai berbeda-beda (lihat grafis).

Selain bantuan logistik, tambah Sutopo, Kedubes RI di Dhaka mulai hari ini dijadwalkan berkantor di Kathmandu untuk memfasilitasi tim kemanusiaan. Pesawat Garuda Indonesia yang kembali dari Kathmandu akan membawa WNI dan warga negara tetangga ke Jakarta. Di Nepal, puluhan ribu warga negeri itu yang terdampak oleh hantaman gempa berkuatan 7,8 pada skala Richter (SR) meringkuk di tenda-tenda darurat, kemarin. Hingga tadi malam, menurut data National Emergency Operation Centre, setidaknya 3.218 orang di nyatakan tewas dan 6.500 luka-luka. Para pejabat Nepal memperingatkan jumlah korban amat mungkin akan meningkat dengan cepat seiring dengan pencarian dan penyelamatan (SAR). Diyakini, masih banyak orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

Upaya SAR diganjal kendala banyaknya wilayah yang terputus. Seorang pejabat mengatakan air bersih dan bahan kebutuhan pokok lain amat diperlukan korban saat ini. Begitu juga upaya pencarian dan penyelamatan di kawasan di luar ibu kota Nepal, Kath mandu. "Kami membutuhkan lebih banyak helikopter untuk operasi penyelamatan di daerah perdesaan," kata jubir Kementerian Dalam Negeri Laxmi Prasad Dhakal. Kemenlu RI menyatakan ada 49 warga WNI di Nepal, se bagian menetap di sana dan sebagian pelancong. Di antara mereka ada yang belum bisa di kontak. "Kita mengerahkan semua saluran untuk mendapatkan informasi WNI kita di Nepal," ungkap Wamenlu AM Fachir.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya