Kematian Akibat Covid-19 di AS akan Tembus 100 Ribu pada Juni

Basuki Eka Purnama
05/5/2020 08:45
Kematian Akibat Covid-19 di AS akan Tembus 100 Ribu pada Juni
Petugas menunggu warga yang akan melakukan tes covid-19 di New Rochelle, New York, Amerika Serikat.(AFP/TIMOTHY A CLARY)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan skenario terburuk pandemi covid-19 di negaranya adalah 100 ribu kematian. Namun, sejumlah penelitian meramalkan angka tersebut akan sudah tercapai pada bulan depan.

"Kita akan kehilangan warga mulai dari 75 ribu, 80 ribu, hingga 100 ribu orang. Itu sangat buruk," ujar Trump dalam town hall meeting virtual di Fox News.

Presiden petahana yang akan bersaing dalam pemilu pada November itu mengatakan tanpa aturan lockdown yang telah melumpuhkan perekonomian negara itu, jumlah korban tewas akan lebih banyak lagi.

Baca juga: Uni Eropa Galang Dana 7,4 Miliar Euro untuk Perangi Covid-19

Namun, angka yang disebutkan Trump jauh lebih rendah dari fakta di lapangan. Bahkan, Gedung Putih memperkirakan sebanyak 100 ribu hingga 240 ribu warga AS akan meninggal karena covid-19.

Saat ini, di AS, sebanyak 68 ribu orang telah meninggal dan jumlah kasus baru adalah sebanyak 30 ribu kasus sejak awal April.

"Tebakan saya pribadi adalah kita akan mencapai angka 100 ribu kematian pada awal Juni," ujar Nicholas Reich, dosen biostatistika dari University of Massachusetts.

Laboratorium Reich telah mengumpulkan sejumlah model epidemiologi dari insitusi lain dan membuat trajektori rata-rata untuk perkembangan covid-19.

Hasilnya, kurva rata-rata menunjukkan angka kematian di AS akan mencapai angka 90 ribu pada 23 Mei.

"Kita akan melihat angka kematian konstan antara 5 ribu dan 10 ribu per pekan. Tidak ada alasan jumlah itu akan menurun dengan cepat," ujar Reich.

Dari sembilan model yang dikutip Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada 1 Mei, sedikitnya tiga model meramalkan 100 ribu kematian akan terjadi dalam tempo empat pekan. (AFP/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya