RIBUAN demonstran berunjuk rasa di Baltimore, Amerika Serikat, Sabtu (25/4) waktu setempat atau kemarin waktu Indonesia, untuk memprotes kematian Freddie Gray, pria kulit hitam, di tahanan polisi. Demonstran yang sebagian besar warga kulit hitam itu menuntut keadilan atas kematian pemuda berusia 25 tahun tersebut. Sebelumnya, ia meninggal di ruang tahanan polisi akibat patah tulang belakang. Freddie ditangkap di wilayah barat Baltimore pekan lalu. Ribuan demonstran itu berjalan menuju stadium bisbol Camden Yards yang saat itu tengah bertanding tim bisbol Baltimore Orioles melawan Boston Red Sox.
Kepada wartawan, Komisioner Polisi Baltimore, Anthony Batts, menjelaskan 12 demonstran ditangkap. Unjuk rasa terkait dengan tindak rasialisme terhadap sejumlah warga kulit hitam itu bukan pertama kali, melainkan telah berulang kali terjadi di 'Negeri Paman Sam'. "Keluarga saya ingin mengatakan, 'Tolong, tolong hentikan kekerasan. Freddie tidak menginginkan ini'," ucap saudara kembar Gray, Fredericka. Fredericka juga mengatakan ke Wali Kota Baltimoer, Stephanie Rawlings-Blake, ia mengaku kecewa dengan kekerasan. Namun, Rawlings-Blake menyalahkan kekerasan yang dilakukan sekelompok kecil agitator.
Televisi setempat juga menayangkan video sekelompok demonstran melemparkan botol-botol soda, pembatas jalan berbentuk kerucut, dan kaleng-kaleng bekas ke arah polisi. Mereka juga memecahkan pintu dan jendela toko-toko serta menjarah barang-barang dagangan. Sejumlah kendaraan polisi juga tidak luput dari aksi penyerangan dan perusakan oleh para demonstran. Sasaran penyerangan demonstran, di antaranya toko 7-Eleven, butik fesyen Michael Kors, pusat pelayanan keuangan, dan toko-toko telepon seluler di Lexington Market, Baltimore. Seorang juru bicara kepolisian setempat meyakini para pelaku kerusuhan ialah para demonstran yang datang dari luar Baltimore. Untuk mengantisipasi penyerangan kantor polisi setempat, aparat membentuk barikade. Juru bicara demonstran juga mendesak Presiden Barack Obama menyelidiki tindak pelanggaran yang dilakukan polisi. Dia menuntut penyelidikan atas aksi kekerasan polisi berkulit putih terhadap sejumlah pria dewasa dan remja berkulit hitam. "Ini (kekerasan) harus dihentikan."