PASANGAN yang baru menikah termasuk di antara puluhan pendaki
berkebangsaan Inggris dan wisatawan yang terjebak dalam gempa dahsyat di
wilayah Nepal dan India bagian utara yang memicu longsoran besar di
Gunung Everest. Alex Chappatte, 28, dan suami, Sam Chappatte, 28,
menceritakan bagaimana bencana alam itu tiba-tiba menjadi petaka di saat
mereka berpelesir untuk menikmati bulan madu pernikahan. Longsoran
bergerak di sekitar mereka dan keduanya terpaksa mencari perlindungan di
kamp yang berjarak setengah jalan ke atas gunung tertinggi di dunia
itu. Petualang Inggris lainnya mengaku melihat batu sebesar mobil
menggelinding ketika wilayah Everest berguncang selama dua menit akibat
gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter, Jumat (24/4) waktu setempat.
Perkiraan
terbaru menunjukkan terdapat 50 wisatawan Inggris yang hilang, tetapi
jumlah sebenarnya bisa jauh lebih banyak. Di sisi lain, para kerabat
yang putus asa mulai memposting gambar dan ciri-ciri khusus dari orang
yang mereka cintai secara daring dengan harapan mereka dapat ditemukan.
Jumlah korban tewas terus meningkat mencapai lebih dari 2.000 orang. Sam
Chappatte dan sang istri menikah di Ghana dua pekan lalu. Keduanya rela
berhenti dari pekerjaan mereka demi mendaki Everest setelah gagal
setahun sebelumnya. Kemarin malam (Jumat malam), pasangan itu terdeteksi
mengabarkan kondisi mereka melalui blog untuk meyakinkan kerabat bahwa
mereka terluka.
Keduanya menggambarkan penderitaan mereka sangat
menakutkan. "Gempa bumi melanda sekitar 30 menit setelah kami
menyeberangi longsoran es kemarin pagi dan menemukan tenda kami. Tanah
mulai bergetar keras, tapi sebelum kita bisa bereaksi Dan (pemimpin
ekspedisi) berteriak 'Keluar dari tenda dan bawa kapak es kalian!" tulis
Sam Chappatte di blog mereka. Atas saran Dan, keduanya lari keluar,
tetapi tiba-tiba melihat longsoran salju mendatangi mereka. "Sebuah
hantaman angin menyebabkan kami jatuh ke bawah, tapi kami mampu bangkit
dan berjalan ke tempat penampungan dan menjangkarkan diri kami dengan
kapak. Kami fokus pada lubang udara sehingga kita bisa bernapas di
tengah timbunan salju," tulisnya. Chris Harling, pemimpin Adventure
Peaks Everest North Ridge 2015 Expedition juga berada di gunung tersebut
ketika longsoran salju melanda. Di akun Facebook pribadinya, dia
menulis, "Di sini, di base camp kami awalnya merasakan tremor kecil,
kemudian tanah mulai terasa seperti jeli ketika gelombang melewati
batu-batu di bawah kaki kami."
Tentara Inggris Tim
Angkatan Darat Inggris juga terjebak di gunung saat gempa susulan terus
mengguncang. Namun, pemimpin tim, Kapten Tim Hayward, memastikan
anggotanya tidak terluka akibat gempa awal. Dia mengatakan kepada Sky
News, "Hampir seperti guntur, batu-batu besar di sekitar kami
bergelinding ke bawah." Petualang Inggris lain yang dikhawatirkan hilang
ialah Laura Wood, 23, dari Huddersfield, West Yorkshire. Temannya
mengenali dia sebagai gadis muda yang cantik dan sering mengenakan jenis
pakaian bergaya hippy.