Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengakui negaranya kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) dalam perang melawan virus korona (covid-19). Kekurangan itu terjadi meski Rusia telah meningkatkan produksi dan impor APD.
Dalam sebuah keterangan di televisi, Putin mengatakan pasokan APD saat ini tidak cukup untuk dibagikan kepada semua pekerja kesehatan di seantero Rusia.
"Dibanding sebelumnya, (kami memproduksi) banyak APD. Tapi dibandingkan dengan apa yang kami butuhkan, jumlahnya tidak cukup," sebut Putin, dilansir dari AFP, Rabu (29/4).
"Terlepas dari peningkatan produksi dan impor, terdapat defisit dari beberapa jenis (APD)," tambahnya.
Baca juga: Korban Covid-19 AS Lampaui yang Terbunuh di Perang Vietnam
Putin memperingatkan penyebaran covid-19 di Rusia belum mencapai puncaknya. Untuk itu, ia meminta semua warga Rusia untuk tetap waspada.
Mengantisipasi lonjakan infeksi, Putin memperpanjang kebijakan penguncian wilayah atau lockdown hingga 11 Mei mendatang.
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, Rabu (29/4), total kasus covid-19 di Rusia telah melampaui 93 ribu dengan 867 kematian dan 8.456 pasien sembuh.
Pekerja kesehatan di Rusia mengeluhkan minimnya APD saat menangani pasien covid-19. Mereka khawatir dapat tertular covid-19, karena berada di garda terdepan dalam upaya melawan virus tersebut.
Saat ini Rusia mampu memproduksi 100 ribu APD per hari, yang merupakan peningkatan dari hanya 3.000 pada Maret lalu. Produksi masker juga melonjak lebih dari 10 kali lipat, menjadi 8,5 juta per hari di bulan April.
Meski Pemerintah Rusia berhasil "memperlambat penyebaran" covid-19, Putin meminta warga tetap berada di dalam rumah hingga Mei mendatang. (OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved