50 Wisatawan Inggris Hilang di Everest

Haufan Hasyim Salengke
27/4/2015 00:00
50 Wisatawan Inggris Hilang di Everest
(AFP/ROBERTO SCHMIDT)
PASANGAN yang baru menikah termasuk di antara puluhan pendaki berkebangsaan Inggris dan wisatawan yang terjebak dalam gempa dahsyat di wilayah Nepal dan India bagian utara yang memicu longsoran besar di Gunung Everest.

Alex Chappatte, 28, dan suami, Sam Chappatte, 28, menceritakan bagaimana bencana alam itu tiba-tiba menjadi petaka di saat mereka berpelesir untuk menikmati bulan madu pernikahan.

Longsoran bergerak di sekitar mereka dan keduanya terpaksa mencari perlindungan di kamp yang berjarak setengah jalan ke atas gunung tertinggi di dunia itu.

Petualang Inggris lainnya mengaku melihat batu sebesar mobil menggelinding ketika wilayah Everest berguncang selama dua menit akibat gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter, Jumat (24/4) waktu setempat.

Perkiraan terbaru menunjukkan terdapat 50 wisatawan Inggris yang hilang, tetapi jumlah sebenarnya bisa jauh lebih banyak.

Di sisi lain, para kerabat yang putus asa mulai memposting gambar dan ciri-ciri khusus dari orang yang mereka cintai secara daring dengan harapan mereka dapat ditemukan.

Jumlah korban tewas terus meningkat mencapai lebih dari 2.000 orang.

Sam Chappatte dan sang istri menikah di Ghana dua pekan lalu.

Keduanya rela berhenti dari pekerjaan mereka demi mendaki Everest setelah gagal setahun sebelumnya.

Kemarin malam (Jumat malam), pasangan itu terdeteksi mengabarkan kondisi mereka melalui blog untuk meyakinkan kerabat bahwa mereka terluka.

Keduanya menggambarkan penderitaan mereka sangat menakutkan.

"Gempa bumi melanda sekitar 30 menit setelah kami menyeberangi longsoran es kemarin pagi dan menemukan tenda kami. Tanah mulai bergetar keras, tapi sebelum kita bisa bereaksi Dan (pemimpin ekspedisi) berteriak 'Keluar dari tenda dan bawa kapak es kalian!" tulis Sam Chappatte di blog mereka.

Atas saran Dan, keduanya lari keluar, tetapi tiba-tiba melihat longsoran salju mendatangi mereka.

"Sebuah hantaman angin menyebabkan kami jatuh ke bawah, tapi kami mampu bangkit dan berjalan ke tempat penampungan dan menjangkarkan diri kami dengan kapak. Kami fokus pada lubang udara sehingga kita bisa bernapas di tengah timbunan salju," tulisnya.

Chris Harling, pemimpin Adventure Peaks Everest North Ridge 2015 Expedition juga berada di gunung tersebut ketika longsoran salju melanda.

Di akun Facebook pribadinya, dia menulis, "Di sini, di base camp kami awalnya merasakan tremor kecil, kemudian tanah mulai terasa seperti jeli ketika gelombang melewati batu-batu di bawah kaki kami."

Tentara Inggris
Tim Angkatan Darat Inggris juga terjebak di gunung saat gempa susulan terus mengguncang.

Namun, pemimpin tim, Kapten Tim Hayward, memastikan anggotanya tidak terluka akibat gempa awal.

Dia mengatakan kepada Sky News, "Hampir seperti guntur, batu-batu besar di sekitar kami bergelinding ke bawah."

Petualang Inggris lain yang dikhawatirkan hilang ialah Laura Wood, 23, dari Huddersfield, West Yorkshire.

Temannya mengenali dia sebagai gadis muda yang cantik dan sering mengenakan jenis pakaian bergaya hippy. (AFP/Daily Mail/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya