Gedung Putih Bantah akan Pecat Menkes

Willy Haryono
26/4/2020 14:30
Gedung Putih Bantah akan Pecat Menkes
Menteri Kesehatan AS Alex Azar(AFP/MANDEL NGAN)

GEDUNG Putih membantah laporan yang menyebutkan pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump hendak mendepak Menteri Kesehatan Alex Azar. Kabar mengenai rencana pendepakan itu pertama kali muncul dalam laporan Wall Street Journal dan Politico, Sabtu (25/4).

"Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat, di bawah kepemimpinan Azar, terus bekerja dalam menjalankan sejumlah prioritas presiden," tegas wakil sekretaris Gedung Putih Judd Deere.

"Segala bentuk spekulasi mengenai personel (Kemenkes AS) merupakan hal tidak bertanggung jawab dan hanya akan mengalihkan perhatian pemerintah dalam upaya memerangi covid-19," lanjutnya, dikutip dari laman CNN.

Baca juga: Pesan Ramadan Menlu AS, Perhatikan Warga Termarjinalkan

Kabar pendepakan Azar muncul saat jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 di AS telah melampaui 50 ribu. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu (26/4), total kematian akibat covid-19 di AS menyentuh angka 53.694.

Masih dari Universitas Johns Hopkins, total kasus covid-19 di seantero 'Negeri Paman Sam' telah melewati 936 ribu, dengan 100 ribu lebih di antaranya dinyatakan sembuh.

Sebagai Menkes AS, Azar telah menjalankan sejumlah prioritas pemerintahan Trump, termasuk upaya melemahkan Affordable Care Act atau biasa disebut ObamaCare; memerangi krisis opioid; dan mengurangi harga obat-obatan.

Azar, yang bergabung dengan pemerintahan Trump pada Januari 2018, pernah menjadi konsul jenderal dan wakil menteri di bawah presiden George W Bush. Ia kemudian menjadi presiden di perusahaan obat-obatan Lilly USA pada 2012. Ia menghabiskan hampir sembilan tahun di perusahaan tersebut.

Setelah dari Lilly USA, Azar ditunjuk menjadi Menkes AS setelah pendahulunya, Tom Price, mengundurkan diri usai diketahui sering menggunakan pesawat pribadi dalam perjalanan dinas pemerintahan. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya