Gantz Mengaku akan Jadi Menteri Pertahanan

Basuki Eka Purnama
22/4/2020 08:30
Gantz Mengaku akan Jadi Menteri Pertahanan
Benny Gantz(AFP/Ahmad GHARABLI)

MANTAN rival Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Benny Gantz, Selasa (21/4), mengatakan dia akan menjadi menteri pertahanan, sehari setelah dirinya dan Netanyahu sepakat membentuk pemerintahan bersama.

Kesepakatan yang mengakhiri kebuntuan politik selama 16 bulan menempatkan Netanyahu kembali sebagai perdana menteri di paruh pertama dari masa jabatan selama tiga tahun. Selanjutnya, posisi itu akan diserahkan kepada Gantz pada Oktober tahun depan sebelum pemilu, 18 bulan kemudian.

Kesepakatan itu dicapai saat Israel, yang telah dilanda krisis polisik setelah tiga pemilu dalam tempo kurang dari setahun gagal membuahkan hasil, menghadapi pandemi covid-19.

Baca juga: Jumlah Korban Meninggal Covid-19 di Prancis Hampir 21.000

"Ini merupakan krisis kesehatan, sosial, dan ekonomi terbesar yang dihadapi Israel sepanjang sejarah saat negara ini juga menghadapi krisis politik terparah sejak negara ini berdiri," ujar Gantz, Selasa (21/4).

"Saya telah memilih untuk melindungi demokrasi dan melawan pandemi covid-19 dengan membentuk pemerintahan bersama dengan perdana menteri," imbuhnya.

Keduanya, selama beberapa bulan terakhi, telah beberapa kali berupaya membentuk pemerintahan namun selalu gagal mendapatkan dukungan dari DPR, hingga Senin (20/4) lalu.

Berdasarkan kesepakatan itu, partai pendukung Netanyahu, Likud, akan berbagi jabatan menteri dengan blok Gantz, yang dipimpin aliansi Biru-Putih.

Partai pendukung Netanyahu akan mengisi kementerian keuangan dan kesehatan sementara penyokong Gantz akan menguasai kementerian pertahanan dan kehakiman. (AFP/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya