Kasus Covid-19 di Peru Tertinggi Kedua di Amerika Latin

Antara
20/4/2020 13:38
Kasus Covid-19 di Peru Tertinggi Kedua di Amerika Latin
Petugas memblokade warga yang mencoba keluar dari Kota Lima, Peru, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah setempat menerapkan karantina di kota itu u(Antara)

PERU melaporkan lebih dari 15.000 kasus Covid-19 pada Minggu (19/4).  Angka itu merupakan jumlah tertinggi kedua di Amerika Latin, saat ini wabah virus korona itu terus menghancurkan ekonomi negara produsen tembaga kedua terbesar di dunia.

Krisis tersebut melumpuhkan Peru dan menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Peru mencatatkan kasus pertama Covid-19 pada 6 Maret dan selama 25 hari ke depan melaporkan 1.000 kasus. Kemudian, hanya dalam tempo 14 hari, negara itu mencatat 10.000 kasus pada 14 April.

Peru melaporkan jumlah akumulasi 15.628 kasus dengan 400 kematian, menurut Kementerian Kesehatan setempat.

Di Amerika Latin, hanya Brazil yang memiliki lebih banyak kasus.

Pada 15 Maret saat tercatat 71 kasus virus korona, Peru mengumumkan akan menutup perbatasan dan meminta warga untuk menjalani karantina selama 15 hari. Karantina wilayah pun diperpanjang hingga 26 April.

Pemerintah Peru mengumumkan paket stimulus ekonomi besar-besaran senilai 26,41 miliar dolar AS atau sekitar 12 persen dari produk domestik bruto, untuk mendukung warga dan sektor utama tambang. (OL-13)

Baca Juga: Serie A akan Kembali Bergulir, Pjanik Kembali ke Italia



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya