Bagaimana Lockdown Covid-19 Pengaruhi Ramadan Global

Haufan Hasyim Salengke
17/4/2020 19:36
Bagaimana Lockdown Covid-19 Pengaruhi Ramadan Global
Bulan suci di dunia(Ilustrasi)

BULAN suci Ramadan tahun ini tidak diragukan lagi akan terlihat sangat berbeda bagi umat muslim di seluruh dunia akibat pandemi virus korona (covid-19) yang menghancurkan dunia.

Pemerintah-pemerintah negara di dunia melarang pertemuan orang dalam jumlah besar dan kontak dekat untuk mencegah penyebaran penyakit. Komunitas muslim secara global harus mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran virus.

Masjid-masjid telah ditutup, pertemuan keagamaan dilarang, dan salat sementara ditunda. Kagitan ifthar atau berbuka puasa tidak akan mungkin bisa dilakukan seperti normalnya, sementara perayaan Idul Fitri kemungkinan akan diminimalkan skalanya.

Dari Nigeria, pemerintah federal telah memperingatkan muslim Nigeria agar menghindari pertemuan sosial dan keagamaan yang ramai selama Ramadan. “Kita tidak dalam situasi normal dan kita bisa melihat Arab Saudi menangguhkan umrah. Kita harus melakukan penyesuaian dan beradaptasi. Ini adalah seruan kepada para ulama dan pemimpin agama untuk menyebarkan pesan ini,” kata koordinator nasional Satuan Tugas Kepresidenan (PTF) untuk Covid-19, Sani Aliyu. Badan keagamaan tertinggi Nigeria mengatakan muslim mungkin diminta untuk menjalankan ibadah tarawih dan kegiatan jamaah lainnya yang terkait dengan Ramadhan di rumah.

Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka akan menunda salat tarawih, Al Riyadh melaporkan. Kementerian Urusan Islam, Dawah, dan Bimbingan Saudi mengatakan salat tarawih akan dilakukan di rumah. "Kami memohon kepada Allah SWT untuk menerima salat tarawih apakah diadakan di masjid, atau di rumah, yang kami pikir lebih baik untuk kesehatan manusia," kata laporan mengutip Menteri Urusan Islam Abdul Latif Al Sheikh.

Juga, Jordan telah mengumumkan kegiatan salat di masjid-masjid akan dilarang selama Ramadan tahun ini, kantor berita negara Petra melaporkan.

Masjid-masjid di Mesir akan tetap ditutup sampai tidak ada kasus virus korona baru terdeteksi, sebuah pernyataan oleh Kementerian Agama.

Sementara Menteri Senior Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah tidak akan mengizinkan bazar apa pun, termasuk e-bazaar atau e-iftar, selama bulan Ramadan.

Makanan berbuka puasa akan langsung dikirim ke mereka yang membutuhkan di Uni Emirat Arab (UEA) tahun ini, daripada dilayani di tenda-tenda Ramadan atau di masjid-masjid seperti yang dilaksanakan sebelum-sebelumnya.

"Karena social distancing kami tidak akan berkumpul di masjid-masjid, tidak akan ada makan malam komunitas," kata Sheikh Fayaz Tilly, imam senior di Akram Jomaa Islamic Centre Calgary di Kanada.

Badan keagamaan utama Turki menyerukan social distancing selama bulan suci Ramadan untuk membendung penyebaran covid-19. Dalam sebuah pernyataan, Direktorat Urusan Agama mengatakan, "Pertemuan berbuka puasa harus dihindari dengan saudara, tetangga, dan teman." (Daily Trust/OL-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya