Kagum pada Kebebasan Media

MI/ANDIKA PRASETYO
25/4/2015 00:00
Kagum pada Kebebasan Media
(MI/AACC2015/PANCA SYURKANI)
BRIAN Padden terlihat asyik mencermati layar ponsel pintarnya di ruang Media Center, Jakarta Convention Center, Kamis (23/4). Padden ialah jurnalis media Voice of America yang bertugas di kantor Seoul, Korea Selatan.

Dia merupakan satu dari sekitar 500 jurnalis asing yang khusus datang ke Jakarta guna meliput ajang Konferensi Asia Afrika (KAA) sepanjang 19-24 April lalu. Kedatangannya di Jakarta kali itu, Padden mengaku, bukan pertama kalinya.

"Saya dulu pernah tinggal di Menteng, Jakarta, selama 3 tahun. Saya suka tinggal di sini. Saya sampai merasa seperti di rumah sendiri. Makanan di sini juga enak-enak!" ucap laki-laki paruh baya tersebut.

Sepanjang masa tugasnya di Jakarta dulu, Padden mengaku sangat terkesan pada suasana yang dia temui saat melakukan peliputan berita.

"Meliput berita di sini sangat mengasyikkan. Menurut saya, Indonesia ialah negara demokrasi yang sangat menjunjung tinggi kebebasan pers," kata warga negara Amerika Serikat itu.

Pun bagi Hua Liu, jurnalis kantor berita Xinhua di Tiongkok yang juga datang ke Jakarta guna meliput KAA, ini bukan pertama kalinya dia mengunjungi Jakarta. "Saya sudah pernah ke Indonesia sebelumnya, sekitar satu tahun yang lalu. Saya senang bisa datang ke sini. Orangnya baik-baik," kata Liu.

Laki-laki berkacamata itu juga mengaku sangat antusias bisa datang lagi ke Jakarta. Liu menilai banyak persamaan yang dia rasakan di Indonesia dan di Tiongkok.

"Kalau dari segi masyarakat, postur tubuh orang Indonesia dan Tiongkok sama, tapi di Indonesia ini sedikit lebih panas daripada di Tiongkok sana. Mungkin ini hanya di Jakarta, ya, situasinya bisa jadi berbeda di luar Jakarta," ucap Liu sembari tersenyum.

Dalam percakapan santai dengan Media Indonesia di sela-sela acara konferensi di JCC, Liu sempat pula mengisahkan kemegahan ikon 'Negara Tirai Bambu', yakni Tembok Besar Tiongkok. "Anda sudah pernah ke sana? Walaupun saya orang Tiongkok, saya juga baru tiga kali mengunjungi Tembok Besar Tiongkok. Ha ha ha! Di sana sangat luar biasa. Berkunjunglah sekali-sekali," ajak Liu.

Sembari terus bersiaga memegang kameranya menjelang konferensi pers hasil pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Kamis (23/4), Liu juga mengaku kagum melihat jumlah jurnalis yang meliput kegiatan KAA di JCC itu.

Jumlah terbanyak wartawan asing yang meliput KAA di Jakarta memang berasal dari Tiongkok dan Jepang. Setidaknya ada 135 wartawan asal Tiongkok dan 246 asal Jepang yang mendaftar untuk meliput di KAA 2015.

Jumlah itu belum termasuk wartawan lain dari negara-negara peserta dan peninjau KAA 2015. Total, ada sekitar 500 jurnalis asing dan 800 wartawan nasional serta lokal meliput perhelatan KAA. "Keadaan di Indonesia bagus sekali. Media bisa diberikan ruang gerak yang leluasa seperti ini," ujar Liu. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya