PERAYAAN puncak peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin, disambut antusias oleh warga kota itu.
Selain karena bisa melihat dari dekat para pemimpin negara yang berpartisipasi, warga mengaku senang juga karena jalan-jalan protokol di Kota Kembang itu lengang.
Rahdian, 35, misalnya. Warga yang ditemui di Jalan Cicendo, Bandung, kemarin, itu memang mengaku tidak bisa bepergian karena hampir semua akses jalan ditutup pihak keamanan menjelang perayaan puncak yang dipusatkan di Gedung Merdeka.
Namun, dia menyatakan bangga karena Indonesia bisa menyelenggarakan perhelatan internasional itu.
"Kita harus menyukseskannya sebab kegiatan ini jarang sekali terjadi. Jangan bikin malu para tamu negara yang datang ke Bandung," kata Rahdian.
Dia juga mengakui aktivitas warga di sekitar Jalan Cicendo dan Padjadjaran sedikit terganggu karena lalu lintas disterilkan sejak kemarin pagi sehingga banyak warga yang harus berjalan kaki untuk berangkat ke tempat kerja.
"Istri saya harus berangkat kerja dengan berjalan kaki, padahal biasanya diantar pakai motor. Untung tempat kerjanya lumayan dekat," tambahnya.
Menurut Pepen, 42, warga lainnya, jarang sekali jalan di sekitar Cicendo sepi. Apalagi stasiun kereta api dan Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Barat terletak tidak jauh dari jalan tersebut.
"Ya, jalanan jadi sepi. Orang-orang yang mau pergi ke stasiun juga harus berjalan kaki," ucapnya.
Suasana lengang di jalan-jalan di Kota Bandung, kemarin, rupanya justru menjadi harapan Pepen.
"Kami impikan Bandung tidak macet seperti ini. Namun, itu enggak mungkin juga terjadi. Ya, minimal dengan kegiatan seperti ini, warga setempat bisa merasakan sepinya jalan ini sekaligus bangga didatangi para pemimpin negara," tutur Pepen.
Sementara itu, guna mengamankan puncak perayaan KAA, kemarin, enam armada laut termasuk kapal perang KRI Oswald Siahaan yang dilengkapi senjata berat berlabuh di perairan Pangandaran.
"Alutsista itu disiagakan hingga para delegasi pulang ke negara masing-masing," ujar Komandan KRI Oswald Siahaan, Letkol Laut Pelaut Agam Andrasmoro. (DG/AD/I-1)