ZIMBABWE menyampaikan dukungannya untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020. Dukungan tersebut disampaikan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo di sela-sela pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta, Kamis (23/4).
Keinginan Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 dianggap akan dapat menjadi penyeimbang kekuatan politis lewat kehadiran suara dari negara berkembang.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Jokowi pun menyampaikan apresiasi atas kesediaan Mugabe untuk menjadi ketua bersama dalam pertemuan puncak KAA 2015.
Selain itu, Jokowi menyatakan dukungan dalam program peningkatan kapasitas dengan Zimbabwe, khususnya di bidang pertanian dan pengembangan sumber daya manusia dan usaha kecil dan menengah.
Sebelum itu, menteri luar negeri kedua negara juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembentukan sidang komisi bersama antara Indonesia dan Zimbabwe yang akan menjadi payung peningkatan kerja sama di semua bidang.
Selain dari Zimbabwe, dukungan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB juga disampaikan Swedia. Indonesia dan Swedia sepakat untuk saling mendukung guna mendapatkan posisi anggota tidak tetap di DK PBB.
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom.
"Indonesia dan Swedia saling memberikan dukungan untuk mendapatkan posisi anggota tidak tetap di DK PBB," kata Retno.
Menurut dia, Indonesia akan mendukung Swedia untuk dapat menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 2017-2018, sedangkan Swedia akan mendukung Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 2019-2020. (Pra/Ant/I-1)