Monumen Cerminkan Semangat KAA

MI/ARIF HULWAN
25/4/2015 00:00
Monumen Cerminkan Semangat KAA
(MI/AACC2015/RAMDANI)
DI hari terakhir penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika, Presiden Joko Widodo meresmikan. Monumen itu bertujuan menggambarkan semangat kerja sama kawasan yang memberikan pengaruh bagi dunia.

"Monumen ini melambangkan Asia dan Afrika yang menyinari dunia," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang juga merancang monumen tersebut, kemarin.

Pria yang akrab disapa Emil itu menjelaskan bahwa di dalam bola dunia yang menjadi pusat monumen itu ditempatkan lampu. Begitu juga di air mancur di sekeliling bola dunia itu. Lampu-lampu itu bertujuan memberikan efek cahaya yang menarik pada malam hari.

Monumen tersebut berbentuk segitiga yang di satu sisi tertulis Asia Afrika dan sisi sebaliknya tertulis nama-nama negara anggota KAA.

Di sisi lainnya tertulis pesan Presiden Soekarno yang berbunyi, 'Let a new Asia and a new Africa be born'. "Ini merupakan kado dari masyarakat Bandung untuk Asia-Afrika," ungkap Emil.

Ia mengaku ide bentuk monumen itu berasal dari kata-kata Presiden Soekarno terkait semangat Asia dan Afrika.

Semangat monumen itu sejalan dengan pernyataan Jokowi saat berpidato dalam peringatan 60 tahun KAA di Gedung Merdeka, Bandung.

Presiden mengatakan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika harus meningkatkan saling pengertian, mewujudkan perdamaian dunia lewat penghentian segala bentuk kekerasan, sekaligus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Untuk mewujudkan hal itu, negara di kedua benua itu harus memperkuat perekonomian mereka dengan menjalin kerja sama.

"Kita harus bahu-membahu meningkatkan kemakmuran rakyat melalui kerja sama ekonomi dan perdagangaan. Kita harus bahu-membahu supaya bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa maju di belahan dunia lain," cetus dia.

Indonesia-Swaziland

Sementara itu, Indonesia dan Swaziland sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan menjajaki berbagai peluang di bidang perdagangan dan investasi.

Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Raja Swaziland Mswati III di sela-sela pertemuan Konferensi Asia Afrika, Kamis (23/4).

Kerja sama ekonomi dan teknik merupakan dua isu utama yang menjadi fokus dalam pertemuan bilateral itu.

Kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi.

Presiden Jokowi menilai volume perdagangan bilateral RI-Swaziland sebesar US$3,18 juta pada 2014 belum mencerminkan potensi yang dimiliki kedua negara.

Oleh karena itu, dia mengharapkan perluasan akses ekspor bagi produk-produk Indonesia di Swaziland, antara lain kendaraan bermotor, makanan, produk turunan CPO, garmen, dan sepatu.

Sementara itu, di bidang investasi, kedua negara juga akan menjajaki kerja sama bidang pertambangan dan energi, khususnya batu bara dan biji besi.

Presiden Jokowi juga menawarkan berbagai program pembanguan kapasitas dari Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Swaziland, seperti program peningkatan kapasitas di bidang pertanian, pendidikan, dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). (Fox/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya