HOBI memasak sudah ditekuni Inggried Dwi Wedhaswary, 34, sejak lama. Pemilik blog Catatan Dapur 2 Istri ini sering kali bereksperimen dalam cara maupun jenis masakan. Belakangan, ia sedang gemar berkarya dengan panggangannya. Sejumlah resep yang berhasil dieksekusinya terpajang apik di laman blog miliknya.
Lewat kebiasaannya itu pula, ia mengenal beragam bumbu. Ibu satu anak ini paling memfavoritkan bawang putih. Pada semua masakan yang memerlukan bawang putih, ia akan menambahkan jenis bumbu ini lebih banyak daripada bumbu lainnya. Di luar itu, ia juga selalu menyetok oregano untuk membumbui pasta buatannya. Untuk keduanya, ia membeli dalam kondisi segar.
''Rasa dan aromanya lebih mantap. Ketika dimasak, langsung keluar sari atau aromanya. Kalau dalam bentuk bubuk, kan sudah diekstrak dan dicampur dengan bahan-bahan lain,'' cetus Inggried kepada Media Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Meski begitu, ia tetap menyimpan sejumlah bumbu kering untuk persediaan jika sewaktu-waktu diperlukan. Di dapurnya terdapat kayu manis, bubuk kari, cengkih, kayu manis dan kapulaga. Untuk kayu manis, ia sengaja membeli dalam bentuk utuh dengan aroma yang paling wangi agar kue buatannya lebih lezat. Bumbu-bumbu kering lainnya sengaja dipilih yang berbentuk bubuk dalam jumlah kecil. Selain jarang dipakai, kemasan kecil membuatnya lebih hemat.
''Gue sih enggak ada merek yang fanatik gitu. Yang tersedia apa saat gue di supermarket, itu yang gue beli. Paling memperhatikan masa expired-nya aja. Yang paling lama, itu yang gue pilih,'' sahutnya sambil tertawa.
Saling melengkapi Bumbu segar memang lebih banyak difavoritkan karena kekuatan aromanya dibandingkan bumbu kering. Kekurangan itu disebabkan oleh kehilangan elemen minyak akibat melalui proses pengeringan. Hal ini terutama terjadi pada proses produksi bumbu kering berbentuk bubuk.
Tapi, setiap bumbu ini ternyata saling melengkapi. Chef Fatahillah menyatakan penambahan sedikit bumbu kering pada komposisi bumbu basah justru akan menguatkan rasa masakan. Tentu, semua jenis bumbu yang digunakan itu harus berkualitas.
''Beberapa bumbu justru aromanya lebih kuat dalam bentuk kering. Bumbu kering dalam bentuk bubuk juga lebih simpel penggunaannya,'' terangnya saat ditemui di acara Ada Kisah di Balik Masakanmu di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kelebihan lainnya terletak pada manfaat bumbu kering terhadap kesehatan tubuh. Dikutip dari laman nutritionovereasy.com, penggunaan kayu manis bubuk justru sangat baik untuk membantu mengatur gula darah yang baik setelah makan.
Contoh lainnya adalah jahe yang ternyata tetap berefek antiradang meski dikonsumsi dalam bentuk bubuk. Jenis bumbu kering lainnya, seperti cengkeh dan merica hitam, juga potensial mengandung antioksidan. Satu sendok teh bumbu kering itu setara dengan kandungan antioksidan dalam satu porsi bluberi atau stroberi.
Peningkatan konsumsi Dengan kelebihan yang dimiliki bumbu kering itu, tidak mengherankan jika permintaan pasar terhadap bumbu kering menunjukkan tren peningkatan.
Managing Director PT Anggana Catur Prima selaku produsen brand Koepoe-Koepoe, Linus Ligoandhika menyatakan bahwa volume penjualan bumbu kering selama 2008-2013 mengalami kenaikan 14,4% per tahun.
Kenaikan volume penjualan ini didukung kenaikan konsumsi bumbu kering yang naik dari 9,3 g per orang pada 2008 menjadi 17g per orang pada 2013 atau sekitar 13% per tahun.
''Dengan angka tersebut, kami yakin bahwa peluang pasar herbs and spices di Indonesia masih besar dan pasarnya pun masih terus berkembang,'' terang Linus.
Ia menerangkan jenis bumbu kering favorit konsumennya terdiri dari lada putih, cabe, bawang putih, ketumbar, dan kayu manis. Hampir 95% bahan baku yang digunakan berasal dari dalam negeri sendiri, terutama Jawa, Sulawesi, Bangka dan Ambon. Hanya sebagian kecil saja yang diimpor karena rempah tertentu produksi lokal tidak memadai.
Agar lebih menarik hati konsumen, brand yang berdiri sejak 1942 ini berinovasi dalam segi produksi dan kemasan. Linus menyatakan rekayasa proses produksi mampu meminimalkan kehilangan elemen minyak agar aroma, warna dan rasa bumbu mirip seperti bumbu segar. Pada segi kemasan, pihaknya sengaja mendesai tutup wadah lebih erat dengan dua pilihan bukaan. ''Yang lubangnya lebih kecil adalah untuk garnish, sedangkan lubang yang lebih besar itu untuk membumbui," tukasnya.(S-1)