Persembahan Kota Bandung untuk Dunia

MI
24/4/2015 00:00
Persembahan Kota Bandung untuk Dunia
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)
PERINGATAN 60 tahun Konferensi Asia Afrika berlangsung enam hari, mulai 18 hingga 23 April di Jakarta dan puncaknya 24 April di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 109 kepala negara hadir.

Untuk menyukseskan acara ini, Bandung sudah bersiap secara maksimal. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga mempercantik Gedung Merdeka. Ada juga pembenahan di sekitar Jalan Asia Afrika berupa penataan trotoar berikut bangkubangkunya dan penataan taman, juga membangun beberapa monumen untuk mempercantik kota.

Atas kerja keras itu, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan saat memantau kesiapan pelaksanaan peringatan ke-60 KAA, beberapa waktu lalu, terus melontarkan pujian bagi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Kesigapan sang pemimpin membenahi dan menata kotanya membuatnya sangat puas.

''Wali Kota sudah mengantisipasi dan cermat,'' ucap Luhut saat konferensi pers di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika.

Luhut telah menyambangi Hotel Savoy Homann yang akan digunakan para kepala negara untuk menginap. Ia juga melihat Gedung Merdeka, lokasi yang digunakan untuk peringatan KAA, serta lingkungan di sekitarnya.

Peringatan ke-60 KAA menjadi acara besar bagi warga dan Pemerintah Kota Bandung. Karena itu, daerah ini tidak hanya mempercantik fisik kota, tapi juga menyiapkan 60 acara yang disusun pemkot bersama beragam komunitas dan ribuan sukarelawan. Mulai dari beragam tarian, pameran, hingga pergelaran angklung kolosal akan disajikan untuk menyambut tamu-tamu KAA.

Sukarelawan yang berpartisipasi tak cuma di acara kesenian, tetapi juga keamanan, kebersihan, bahkan dunia maya. Mereka membentuk menjadi beberapa tim dan tampil unik dengan menggunakan nama-nama negara peserta KAA 1955.

Misalnya, untuk tim pengamanan diberi nama Bandung (badan pelindung), untuk tim informasi diberi nama India (informasi dunia maya), tim informasi kota diberi nama Indonesia (informasi dan pelayanan kota), untuk tim lapangan diberi nama Sri Lanka (semangat lalu lintas tertib KAA), sedangkan untuk tim acara diberi nama Burma (badan untuk meramaikan acara).

''Nama-nama ini hasil ide kreatif warga Kota Bandung,'' kata Ridwan Kamil.

Atensi juga diungkapkan sejumlah pengusaha. Beberapa di antaranya dengan sukarela menyumbangkan batu akik pancawarna khas Kabupaten Garut yang digunakan sebagai batu akik buah tangan bagi delegasi KAA. Pun Asosiasi Pengusaha Reklame memberikan 150 lembar karpet untuk Masjid Agung Bandung yang akan dipakai delegasi KAA menjalankan ibadah salat Jumat.

Bahkan, sepekan sebelum penyelenggaraan Peringatan 60 Tahun KAA, ribuan warga mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga anggota TNI dan polisi bergotong royong membersihkan kota. Sebagian warga mengecat median jalan, membuat mural di berbagai sudut, hingga membersihkan sampah yang berserakan.

Ridwan Kamil atau yang akrab dipanggil Kang Emil mengaku sangat beruntung karena berkesempatan menggarap peristiwa bersejarah itu. ''Persiapan KAA ini sangat luar biasa,'' kata dia.

Alumnus Institut Teknologi Bandung ini berharap perhelatan 10 tahunan itu bisa memberi makna bagi Bandung. Warga kota juga berkesempatan menyambut para delegasi di sepanjang jalur yang akan dilewati.

Ridwan juga meminta warga memperlihatkan keramahan warga Kota Kembang, serta menjadikan momen itu sebagai sebuah spirit untuk Kota Bandung yang lebih baik. ''Peringatan KAA juga berdampak secara ekonomi bagi Kota Bandung. Berdasarkan survei Kementerian Pariwisata, selama kegiatan, di Kota Bandung ada perguliran dana mencapai Rp480 miliar.''

Pada puncak peringatan, Kang Emil akan menjadi pembaca teks Dasa Sila Bandung dalam bahasa Inggris di Gedung Merdeka. ''Saya sudah menyiapkan diri.''(SB/N-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya