AASCS Hasilkan Deklarasi Kota Cerdas

MI
24/4/2015 00:00
AASCS Hasilkan Deklarasi Kota Cerdas
(MI/Ramdani)
AJANG Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang digelar 22-23 April sebagai rangkaian peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika menghasilkan Bandung Declaration on Smart Cities.

''Hal terpenting dalam implementasi konsep smart city ialah bagaimana sebuah daerah dan warga bisa saling bermanfaat,'' kata Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara saat menutup AASCS di Bandung, kemarin (Kamis, 23/4/2015).

Langkah awal Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam mendukung pembentukan kota cerdas, lanjut Rudiantara, ''Menyediakan broadband network.''

Dalam deklarasi diserukan komitmen pengembangan yang berkelanjutan, pembangunan jaringan pengetahuan tentang model kota cerdas, berbagi pengetahuan pengelolaan dan teknologi, terutama di kalangan pemimpin daerah, akademisi, pebisnis, industri, dan komunitas kota-kota di Asia-Afrika.

Ketua AASCS Suhono Harso Supangkat juga menyatakan, sebagai langkah pertama, Indonesia akan menyusun model dasar smart city alias kota cerdas. ''Karena karakter kota-kota di Asia dan Afrika berbeda-beda,'' imbuh dia.

Hasil pertemuan 446 peserta dari 69 kota di 39 negara, termasuk wali kota berbagai negara, itu juga menginisiasi pembentukan Asia Africa Smart City Alliance dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sebagai ketuanya. ''Setelah ini kami akan menghubungi para wali kota untuk menyelenggarakan agenda selanjutnya,'' kata dia.

Rentetan harapan juga dilontarkan beberapa wali kota yang hadir, kemarin. ''Kami harap pertemuan ini akan terus membangun relasi kita dan mengurangi perbedaan negara-negara,'' harap Sylla Soualiho, Wali Kota Tiassale di Pantai Gading.

Wali Kota Kadoma, Zimbabwe, yakni Muchineripi Chinyanganya, menuturkan, ''Upaya untuk mewujudkan kota cerdas memang tidak akan singkat, tapi saya yakin, lewat pengetahuan yang kita bagi di forum ini, kita dapat mewujudkannya dengan lebih cepat.''

Harapan serupa diutarakan Jacqueline Moustache-Belle, Wali Kota Victoria, Seychelles. ''Lewat AASCS, kita dapat segera mendorong terwujudnya smart city,'' kata pemimpin ibu kota Seychelles itu.

Adapun Bernadia Tjandradewi, Sekretaris Jenderal lembaga United Cities and Local Governments Asia Pacific, mengingatkan, ''Perwujudan kota-kota cerdas sangat bergantung pada kehendak politis. Jadi, kita semua mengandalkan Anda, para pemimpin kota.''(BU/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya