NAMA Indonesia dan musik tradisional angklung kian mendunia dan menjadi sorotan internasional. Bersamaan digelarnya peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), sebagai tuan rumah, Kota Bandung menggelar acara akbar bertajuk Angklung for the World, kemarin (Kamis, 23/4/2015).
Acara memainkan musik tradisional dari bambu khas tatar Parahyangan itu digelar di Stadion Siliwangi dan melibatkan 20 ribu peserta. Selaras dengan tema KAA, Angklung for the World mengusung tema solidaritas dunia.
Dengan melibatan 20 ribu pemain angklung, acara itu akan diajukan ke Guinness World Record (GWR). Sebelumnya, rekor bermain angklung yang tercatat GWR di Stadion Buruh Beijing, Tiongkok. Acara yang digagas Kebubes RI di Beijing itu melibatkan 5.393 pemain.
Dalam acara Angklung for the World, para pemain angklung yang sebagian besar pelajar itu memainkan sejumlah lagu daerah, lagu kebangsaan, hingga lagu Barat yang populer seperti We are the World karya mendiang Michael Jackson dan Lionel Richie.
Para pemain angklung juga melibatkan 4.117 pelajar penyandang disabilitas. Dalam acara pelepasan peserta Angklung for the World di Gedung Olahraga Saparua, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyambut dan mengapresiasi pelibatan para pelajar dari sekolah luar biasa tersebut.
Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan delegasi dari puluhan negara Asia Afrika. Mereka tidak hanya hadir, tetapi berpartisipasi memainkan angklung.
''Terus terang, saya juga merinding dengan jumlah pemain angklung sebanyak itu dan ini akan menjadi bahan perbincangan di arena peringatan 60 tahun KAA,'' ujar Menpar Arief Yahya.
Kekaguman pun diungkapkan delegasi asing yang turut memainkan alat musik dari bambu khas Jawa Barat tersebut. ''Saya sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan pada hari ini. Ini acara yang bagus dan meriah,'' kata Saeed Hasan, delegasi dari Bangladesh.
Dua bulan sebelum acara Angklung for the World digelar, perajin angklung dari Kampung Nempel, Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sibuk membuat pesanan ribuan angklung. Mereka mendapat pesanan 10 ribu angklung dari 20 ribu angklung yang akan dimainkan di peringatan 60 tahun KAA di Bandung.
''Semua angklung pesanan dengan delapan nada diatonis sudah dikirim ke Bandung,'' ujar Mumu Alimudin, perajin dari Sanggar Angklung Panji Mekar Panyingkiran, Ciamis, Jawa Barat.(SB/AD/Tri/Ant/I-3)