Serangan Udara ke Yaman Dihentikan

MI/AFP/Drd/I-2
23/4/2015 00:00
Serangan Udara ke Yaman Dihentikan
(AP)
ARAB Saudi mendekla-rasikan penghentian serangan udara yang dilakukan pasukan koalisi terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang telah berlangsung selama hampir satu bulan. Serangan udara itu diberi nama 'Badai Ketegasan'.  Pengumuman itu beriringan dengan dimulainya kampanye serangan militer terbatas dengan tujuan mencegah kelompok pemberontak Houthi melakukan penyerangan. Berbicara pada jumpa pers di Riyadh, kemarin, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Brigjen Ahmed Asiri mengatakan serangan udara besar-besaran akan dihentikan.

Namun, dia tidak memastikan apakah semua serangan pasukan koalisi akan dihentikan. "Mungkin frekuensi (serangan) berkurang dan cakupan aksi (serangan) juga berkurang, tetapi akan ada aksi militer," kata Asiri. Asiri mengatakan tujuan dari fase baru aksi koalisi yang diberi nama 'Harapan Baru' itu untuk mencegah pemberontak Houthi menyerang dengan target warga sipil atau perubahan keadaan di lapangan. Serangan udara koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi itu dimulai 26 Maret lalu dan telah mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS).

Serangan itu ditujukan untuk menghancurkan basis kekuatan Houthi dan unit-unit militer yang loyal terhadap presiden terguling Ali Abdullah Saleh. Kelompok pemberontak Houthi dan pendukungnya telah merebut Sana'a, Ibu Kota Yaman, dan wilayah utara Yaman. Pihak Kerajaan Saudi menegaskan, serangan udara koalisi juga untuk mendukung pemerintah Yaman di bawah kepemimpinan Abed Rabbo Mansour Hadi. Mansour Hadi sempat menjadi tahanan rumah di Istana Presiden di Sana'a. Kelompok Houthi juga mendesak Mansour Hadi mengundurkan diri sebagai presiden.

Namun, mantan wakil presiden itu bisa melarikan diri ke Aden, kota terbesar kedua di Yaman. Dia kini mengasingkan diri di Riyadh, Arab Saudi. Pada pidato Selasa (21/4) tengah malam yang disiarkan jaringan media Arab Saudi, Al-Arabiya, dan Al-Jazeera, Qatar, Mansour Hadi mengucapkan terima kasih kepada negara-negara sekutu Saudi yang telah mendukung 'legitimasi' dirinya sebagai Presiden Yaman. Di sisi lain, kondisi dan situasi yang kian kacau akibat aksi kelompok Houthi telah dimanfaatkan kelompok jaringan teroris Al-Qaeda.

Pertempuran darat dan serangan udara di wilayah Yaman telah mendorong negara termiskin di jazirah Arab itu ke tepi jurang kehancuran. Konflik yang terjadi di Yaman kian meluas. Pasalnya, Iran turut mendukung aksi kelompok pemberontak Syiah, Houthi. Sementara itu, Presiden Mansour Hadi dari kalangan Sunni mendapat dukungan dari Arab Saudi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya