(Menlu Palestina Riyad al-Maliki (tengah) berjalan ketika jeda KAA di JCC--MI/Rommy Pujianto)
MENTERI Senior Guinea Francois Lounceny Fall menyatakan semua negara harus terus memberikan dukungan yang kuat bagi perjuangan Palestina. Masalah Palestina, menurut Lounceny Fall, merupakan hal mendasar dalam menyelesaikan konflik keamanan dan perdamaian di seluruh dunia.
''Palestina memiliki hak untuk menjadi negara merdeka. Kita harus menghormati hak-hak rakyat Palestina dan hak-hak tersebut tidak bisa dinegosiasikan,'' ungkap politikus senior yang pernah menjabat perdana menteri itu, kemarin, di sela pertemuan tingkat menteri Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center.
Lounceny Fall pun menilai Deklarasi Palestina yang akan diadopsi dalam KAA kali ini sangat tepat karena semua langkah memang harus ditujukan untuk mendukung hak semua bangsa, termasuk rakyat Palestina, untuk memiliki negara yang berdaulat. ''Saya pikir semua menteri dan utusan di KAA mendukung Palestina. Kita semua sepakat bahwa rakyat Palestina punya hak memiliki negara mereka sendiri dan kita harus terus mendukung mereka.''
Keamanan dan terorisme Lounceny Fall juga menyoroti fenomena kelompok ekstremisme dan terorisme yang berkembang di banyak wilayah di dunia. Menurut dia, ideologi dan gerakan yang diusung kelompok ekstremis seperti Islamic State (IS) sangat bertentangan dengan ajaran agama yang mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan toleransi.
Dia mengimbau semua pihak di tingkat negara dan lintas benua untuk terlibat aktif menjaga keamanan dunia dan bersama-sama memerangi pengaruh gerakan radikalisme atau ekstremisme.
Menurut Lounceny Fall, salah satu faktor yang membuat kelompok ekstremis dapat berkembang begitu cepat ialah persoalan kemiskinan. Masalah kemiskinan membuat orang-orang cenderung mudah terdorong untuk terlibat dalam kegiatan ekstremisme.
''Saya pikir setiap negara harus berjuang melawan masalah kemiskinan di mana pun di dunia ini. Kita juga harus menyediakan akses pendidikan bagi warga,'' ujar dia.
Sementara itu, secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Kirgizstan, Otorbaev Erines, pun menggambarkan radikalisme sebagai masalah besar dunia sekarang ini. Kirgizstan yang berada di wilayah Asia Tengah juga sangat khawatir terhadap tren perkembangan radikalisme di dunia.
''Tren kedua masalah itu (ekstremisme dan terorisme) memang sangat buruk di dunia saat ini,'' tegas Erines. Dia juga menambahkan, "Jumlah populasi muslim di Kirgizstan cukup besar, tetapi kami tidak memiliki masalah terkait dengan radikalisme. Kami mendapat ancaman (radikalisme) dari kawasan.
''Semua negara, lanjut dia, harus menyatukan tekad untuk menemukan solusi tepat dalam memerangi dan mengurangi masalah radikalisme, termasuk ide pembentukan joint task force.''
''Itu memang merupakan salah satu ide bagus bahwa kita membutuhkan task force bersama berskala global, tidak hanya Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi kita butuh pasukan nyata yang berbuat sesuatu,'' tukasnya. (I-1)