Asia-Afrika Perjuangkan Palestina Merdeka

MI/Donny Andhika AM
21/4/2015 00:00
Asia-Afrika Perjuangkan Palestina Merdeka
(MI/Rommy Pujianto)
DORONGAN agar peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) tidak sekadar menjadi ajang seremonial dan romantisme masa lalu dires pons positif. Dalam peringatan KAA hari kedua, kemarin, isu mengenai ketertinggalan negara-negara Asia dan Afrika di bahas. Salah satu yang krusial ialah mengenai kemerdekaan Palestina. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi yang memimpin pertemuan tingkat menteri, kemarin, mengajak perwakilan yang hadir dalam KAA untuk melawan imperialisme modern. Menlu Retno menambahkan, hingga hari ini kemerdekaan dan kedaulatan masih belum bisa dinikmati Palestina. "Perlu diakui bahwa terdapat banyak tantangan yang masih harus dihadapi negara-negara
Asia Afrika. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kolonialisasi," tegasnya.

Salah satu poin dalam Dasasila Bandung yang dideklarasikan 60 tahun lalu ialah tidak melakukan tindakan atau pun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. Poin ketujuh Dasasila Bandung itu menjadi semangat dan dukungan dalam peringatan 60 tahun KAA untuk membahas dekla rasi bagi negara Palestina. Dalam kesempatan terpisah, Menlu Palestina Riyad al-Maliki mengatakan untuk mencapai kemerdekaan Palestina dibutuhkan solidaritas dunia, khususnya negara-negara di ka wasan Asia dan Afrika yang memiliki semangat melawan kolonialisme dan agresi. "Mungkin konferensi ini dapat memberikan solusi untuk mendapatkan kemerdekaan bagi bangsa kami. Ya, kami meminta solidaritas, kami inginkan solidaritas, dan kami akan menerima solidaritas untuk kemerdekaan," kata Maliki.

Maliki juga meyakini hingga kini tidak ada satu pun negara peserta KAA yang menolak dukungan deklarasi bagi kemerdekaan Palestina. Isu kemerdekaan Palestina memang menjadi salah satu poin pembahasan utama dalam KAA. Pasalnya, dari selu ruh negara peserta KAA, ha nya Palestina yang masih diokupasi oleh negara lain. Menurut Maliki, langkah Indonesia memfasilitasi deklarasi memberikan pencerahan bagi Palestina. Ia menyebutkan per helatan ini menunjukkan mekanisme dukungan penuh bagi negaranya. Jika ada satu isu yang mampu menyatukan semua negara di pertemuan KAA, itu adalah dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Menteri Senior Guinea Francois Lounceny Fall, kemarin, juga mengatakan semua negara terus memberikan dukungan kuat bagi perjuangan Palestina. Masalah Palestina juga dinilainya sebagai hal menda sar dalam menyelesaikan kon fl ik keamanan dan perdamaian di dunia.

Langkah baru
Pada hari kedua peringat an 60 tahun KAA digelar Asian African Ministerial Meeting, yang membahas tujuh agenda. "Tujuh agenda terdiri dari adop si agenda, pembahasan organisasi-organisasi dunia, laporan hasil SOM, pembahas an the New Asian Africa Strategic Partnership (NAASP), pertimbangan hasil dokumen konferensi, persiapan konferensi, dan masalah lain," kata Menlu Retno Marsudi saat jumpa pers, kemarin. Menlu Retno menambahkan, dari ketujuh agenda tersebut, yang menjadi inti pembahasan ialah poin NAASP karena hal itu akan menjadi kendaraan untuk mengimplementasikan kerja sama bagi negara-negara Asia Afrika.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya