RI Diharap Tingkatkan Peran di Pasifik

Donny Andhika AM
20/4/2015 00:00
RI Diharap Tingkatkan Peran di Pasifik
(MI/ROMMY PUJIANTO)
MENTERI Luar Negeri Vanuatu Sato Kilman meminta pemerintah Indonesia meningkatkan peran di kawasan Pasifik Selatan.

Menurut Kilman, diplomasi internasional Indonesia di kawasan sangat konkret.

"Vanuatu sangat menghargai upaya diplomatik yang dilakukan Indonesia terutama ketika memberikan bantuan saat negara kami dilanda bencana," kata Kilman saat ditemui di sela-sela Pertemuan Pejabat Tinggi Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, kemarin.

Kilman melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan menegaskan Vanuatu sangat ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam berbagai bidang.

RI sendiri pernah memberikan pelatihan kepolisian dan militer untuk Vanuatu.

Untuk masa mendatang, Kilman berharap kerja sama dapat ditingkatkan di bidang ekonomi, pertanian, dan infrastruktur teknis.

Kendati sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, Vanuatu merupakan satu-satunya negara besar di Kepulauan Pasifik yang belum memiliki kedutaan besar di Jakarta.

Karena itu, Kilman mengatakan, Vanuatu akan segera membuka perwakilan di Jakarta.

"Kami akan segera membuka kantor perwakilan di Jakarta agar hubungan bilateral bisa berjalan lebih lancar," kata dia.

Menlu Retno pun menyambut baik rencana itu.

"Kami akan segera membahas teknisnya," kata Retno.

Menurutnya, dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta, Vanuatu melengkapi trio negara pasifik lainnya, yakni Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, yang sudah memiliki perwakilan di Ibu Kota.

Sebelum bertemu dengan Kilman, Menlu Retno melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Fiji Ratu Inoke Kabuabola.

Salah satu pembahasannya mengenai pembebasan visa untuk kedua negara.

"Kami membicarakan bebas visa dan pelayanan paspor," ujar Retno.

Pemerintah Indonesia memang telah memberlakukan kebijakan bebas visa ke beberapa negara dan telah mengusulkan bebas visa ke 30 negara lainnya.

Selain itu, Retno mengatakan kedua negara membahas masalah ekonomi, kerja sama dalam perdamaian dunia, dan pemberdayaan perempuan.

"Masih dalam penjajakan. Kami akan bertemu lagi saat pertemuan bilateral pertama pada Agustus," kata Retno.

Menlu juga menegaskan RI akan lebih aktif dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kawasan Pasifik sesuai dengan harapan.

Papua Nugini

Di hari yang sama, Retno juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini (PNG) Rimbink Pato.

Pato menyatakan negaranya siap menjadi penghubung Indonesia dengan negara-negara di Kepulauan Pasifik Selatan dan mendorong Indonesia masuk keanggotaan Melanesian Spearhead Group (MSG).

"Lagi pula kami memiliki perbatasan darat dengan Indonesia," kata Pato seusai pertemuan bilateral, kemarin.

Etnik Melanesia di Indonesia yang mayoritas bermukim di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua, setidaknya berjumlah 11 juta orang.

Pato menambahkan, hubungan kerja sama Indonesia-PNG terus meningkat.

Salah satunya ialah dengan membentuk joint commission dua negara.

"Kami juga setuju untuk membahas isu-isu yang tertunda seperti pembebasan bea visa dan isu diplomatik," kata Menlu Retno.

Pato berharap, "Kami menunggu kunjungan presiden Indonesia ke PNG dalam waktu dekat." (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya