PM Jepang bakal Sampaikan Penyesalan

Andhika Prasetyo
19/4/2015 00:00
PM Jepang bakal Sampaikan Penyesalan
(DOKMI)
PERDANA Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe telah menyatakan siap menghadiri Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April.

Kehadiran Abe itu akan menjadi momen penting bagi pelaksanaan KAA kali ini.

Pasalnya, pemimpin 'Negeri Sakura' itu, menurut surat kabar Japan Times, akan menyampaikan penyesalan Jepang selama Perang Dunia (PD) II (1939-1945).

"Tahun ini merupakan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II (pada Agustus mendatang), Jepang tidak ada pilihan lain selain mengungkapkan penyesalan atas perang yang telah terjadi," ungkap salah satu sumber pemerintahan Jepang.

Sumber itu mengatakan Abe mungkin akan menyampaikan pidato yang berorientasi pada masa depan berupa penyesalan Jepang selama PD II.

Dia tidak akan menawarkan permintaan maaf terkait PD II.

Pidato Abe mungkin akan berbeda dengan pidato PM Jepang Junichiro Koizumi saat menghadiri Peringatan ke-50 KAA pada 2005.

Dengan tegas, Koizumi menyampaikan permintaan maaf di KAA saat itu.

Sumber pejabat Jepang menegaskan pidato akan lebih menyoroti apa yang Jepang akan lakukan di masa depan daripada apa yang telah dilakukan sebelum dan selama PD II.

Dalam pidato yang diperkirakan sekitar lima menit itu, Abe berencana untuk menekankan upaya yang diambil Jepang pascaperang.

Alasannya, Jepang dikenal sebagai bangsa yang cinta damai dan proaktif dalam berkontribusi untuk perdamaian dan kemakmuran di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

Di sisi lain, Presiden Tiongkok Xi Jinping pun akan menyampaikan pidato.

Pemimpin Tiongkok itu akan menyoroti semangat era baru.

Tak hanya itu, bersamaan dengan kehadirannya di Indonesia, dia akan menyampaikan proposal kerja sama Asia-Afrika dan Tiongkok.

Xi juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara lainnya.

"Konferensi itu akan menjadi tonggak diplomasi Tiongkok, bersama dengan India dan Myanmar," ujar Ma Zhengang, seorang mantan diplomat Tiongkok.

Narendra Modi batal
Berbeda dengan Jepang dan Tiongkok, India sebagai pelopor dibentuknya KAA 1955 justru batal menghadiri Peringatan ke-60 KAA.

PM India Narendra Modi berhalangan datang ke Indonesia karena harus menghadiri rapat anggaran negara.

"PM Modi tidak dapat menghadiri KAA karena akan menghadiri sidang parlemen yang akan berlangsung mulai 20 April," kata Duta Besar India untuk Indonesia Gurjit Singh, Selasa (14/4).

Namun, pemerintah India akan mengutus Menlu Sushma Swaraj ke Peringatan ke-60 KAA.

Menurut rencana, Wakil PM India Showkutally Soodhun juga datang untuk menyampaikan pesan khusus PM Nerandra Modi kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.

Di sisi lain, perhelatan KAA kali ini dimanfaatkan sejumlah kementerian untuk membawa misi masing-masing.

Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo bakal menggencarkan konsep sustainable development goals (SDGs) ke negara-negara peserta KAA.

"Kami ingin ajak negara-negara kepulauan menyepakati SDGs. Fokusnya lebih ke gol nomor 14 yang membahas tentang kelautan dan sumber daya kelautan," kata Indroyono di Jakarta, kemarin.

Dirjen Pengembangan Eks-por Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak juga menyatakan pihaknya akan memamerkan ragam warisan budaya dan kebanggaan Indonesia, (Tes/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya