DEMONSTRAN bentrok dengan polisi selepas aksi unjuk rasa yang melibatkan 10 ribu orang untuk menandai peringatan satu tahun tragedi kecelakaan kapal feri Sewol yang menewaskan 304 orang.
Bentrokan itu memuncaki peringatan tragedi Sewol, setelah keluarga korban yang masih marah dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel) menolak bergabung dalam acara Presiden Park Geun-hye meski orang nomor satu 'Negeri Ginseng' itu berjanji akan mengangkat kapal feri Sewol yang masih tenggelam.
Polisi antihuru-hara menggunakan semprotan merica membubarkan para demonstran yang marah karena polisi memblokade upaya mereka untuk meletakkan karangan bunga di sebuah altar yang disiapkan di dekat gedung Balai Kota Seoul.
Bentrokan sporadis terus terjadi saat ribuan polisi mengepung para demonstran.
"Ini sangat keterlaluan," seru Lee Myong-woo, seorang penyelenggara aksi demonstrasi itu. "Ini semua karena ulah polisi. Kami sama sekali tidak menginginkan adanya aksi kekerasan. Mereka tidak memiliki alasan untuk menghentikan aksi damai kami untuk meletakkan karangan bunga di altar."
Sebelumnya, Presiden Park melakukan perjalanan ke Pulau Jindo, titik terdekat dari lokasi tenggelamnya kapal feri Sewol pada 16 April 2013 dan mengungkapkan rasa dukanya untuk keluarga korban. (AFP/Bas/I-3)