RUSIA menunda rilis film Hollywood bergenre thriller tentang era Stalin. Otoritas Rusia menilai film itu memutarbalikkan sejarah.
Apalagi bersamaan dengan rencana tayang perdana film itu di bioskop setempat pada Kamis (16/4), Rusia akan memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Film berjudul Child 44 yang dibintangi aktor Tom Hardy, Vincent Cassel, dan Gary Oldman itu mengisahkan aksi seorang pembunuh berantai dengan sasaran anak-anak pada era Stalin.
Film itu didasarkan pada novel fantasi karya penulis Inggris Tom Rob Smith.
Kementerian Kebudayaan Rusia mengatakan bahwa distributor film Central Partnership juga telah setuju untuk menarik film Child 44.
"Film seperti Child 44 seharusnya tidak beredar di negara kami untuk dirilis secara massal demi mendapatkan uang para penonton bioskop. Tidak bersamaan dengan peringatan 70 tahun kemenangan (Uni Soviet atas Nazi) dan tidak pernah," tegas Menteri Kebudayaan Rusia Vladimir Medinsky di laman daring Kementerian Kebudayaan.
Pelarangan tayang film itu dilakukan sehari sebelum waktu tayang perdana yang direncanakan.
Dalam beberapa tahun belakangan, Rusia telah melarang keras gambaran negatif Uni Soviet pada era Stalin. Kritik terhadap pejuang Uni Soviet di Perang Dunia II merupakan hal tabu.
Kementerian Kebudayaan Rusia menilai film Child 44 telah mendistorsi fakta-fakta sejarah. Film tersebut dipandang melecehkan keadaan dan situasi di Uni Soviet sebelum, selama, dan sesudah Perang Dunia II.
Film yang berlatar belakang 1952 atau setahun sebelum kematian Stalin itu menampilkan seorang penyelidik yang memburu seorang pembunuh berantai.
"Kamu menyadari pembunuhan merupakan penyakit kapitalis yang langka," ucap Cassel, aktor asal Prancis, dengan aksen bahasa Rusia dalam trailer film Child 44. (AFP/Drd/I-2)