Sudan, Jantan Terakhir Badak Putih Utara

MI/WENDY MEHARI UTAMI
17/4/2015 00:00
Sudan, Jantan Terakhir Badak Putih Utara
(Dok. Ol Pejeta)
NAMANYA Sudan dan usianya 40 tahun. Karena merupakan satu-satunya badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) jantan yang tersisa di seluruh dunia, Sudan dijaga siang malam sepanjang 24 jam oleh para jagawana bersenjata di Taman Konservasi Ol Pejeta, Kenya, supaya tidak dijerat para pemburu liar.

Sudan juga dipasangi pemancar radio agar pergerakannya terlacak.

Sudan pun sudah tidak bercula, tapi itu bukan karena culanya direnggut para pemburu. Cula Sudan sengaja dipotong untuk mencegahnya jadi target buruan.

"Satu-satunya alasan cula Sudan dipotong ialah untuk menghindarkan dia dari para pemburu supaya selamat. Jika tidak bercula, seekor badak tidak akan diminati para pemburu," jelas Elodie Sampere dari Taman Konservasi Ol Pejeta.

Para pemburu yang menjualbelikan cula hingga US$75 ribu (sekitar Rp970 juta) per kilogram tidak hanya membahayakan badak, tapi juga merupakan ancaman bagi para jagawana.

Simor Irungu, jagawana yang ditugaskan menjaga Sudan dan dua badak betina di Ol Pejeta, mengakui hal tersebut.

"Akibat tingginya permintaan akan cula badak, kami sering sekali menghadang para pemburu liar yang menyasar para badak. Kami memang bertaruh nyawa dalam pekerjaan ini," kata Irungu.

Demi melengkapi para jagawana dengan pelatihan dan peralatan terbaik, Ol Pejeta meluncurkan kampanye pengumpulan dana bertajuk Go Fund Me, bulan lalu.

Sejauh ini, kampanye tersebut telah berhasil mengumpulkan dana sekitar US$7.700 (Rp99 juta) untuk digunakan dalam pelatihan dan penyediaan peralatan para jagawana di taman konservasi itu.

Di Ol Pejeta, selain Sudan, masih ada dua badak putih utara lainnya, tapi mereka betina. Badak-badak itu dilaporkan merupakan tiga dari lima badak putih utara yang tersisa di seluruh dunia. Adapun dua badak lainnya, yang juga betina, hidup dalam penangkaran.

Subspesies mereka memang di ujung kepunahan sejak perburuan liar merebak pada 1960-an.

Menurut data lembaga World Wildlife Fund (WWF), ada lebih dari 2.000 badak putih utara pada akhir 1960. Namun, akibat tingginya tingkat perburuan liar, pada 1980 tinggal 15 badak putih utara yang tersisa di seluruh dunia.

Jumlah itu pun menyusut terus hingga tersisa lima ekor saja pada 2015 ini. Sepanjang 2014 lalu ada 54 badak yang dibunuh para pemburu liar.

Pada tahun lalu masih ada dua badak putih utara jantan di Kenya, termasuk Sudan. Namun, salah satunya tewas dengan penyebab yang alamiah.

Para peneliti kini memfokuskan perhatian pada upaya mengawinkan Sudan dengan salah satu badak betina di penangkaran. Sudan pun, sebagai satu-satunya jantan yang tersisa, menjadi harapan tunggal penyelamat jenisnya. (The Independent/The Guadian/Daily Mail/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya