SEBUAH pelampung berwarna kuning terlihat mengapung di tengah lautan, lepas pantai selatan Pulau Jindo, Korea Selatan.
Di situlah feri Sewol yang berpenumpang 476 orang tenggelam pada 16 April 2014 silam, dengan jumlah korban tewas mencapai 304.
Dari 325 siswa sekolah menengah yang menjadi penumpang di situ, hanya 75 yang selamat.
Selebihnya tinggal nama.
Ke sana pula tujuan sekitar 100 kerabat korban Sewol, kemarin.
Mereka menebar bunga di lokasi tenggelamnya Sewol, untuk memperingati satu tahun insiden tragis itu.
Mereka juga melayarkan kapal-kapal kertas serta berbagai kudapan kesukaan anak-anak.
Para kerabat berjajar di dek kedua sisi kapal.
Kebanyakan mengenakan jaket kuning yang seakan menjadi 'seragam' belasungkawa.
Begitu kapal mendekati pelampung penanda lokasi Sewol, suara ratapan para kerabat terdengar semakin kencang.
"Saya menangis seharian ini. Sepanjang perjalanan ke sini, saya terus membayangkan wajah anak laki-laki saya yang tenggelam tahun lalu," isak Jang Hoon, 45, ayah korban, sembari melayarkan kapal kertas berwarna kuning.
Insiden Sewol mengejutkan segenap warga Korsel. Berbulan-bulan, warga Korsel berduka.
Insiden itu dituding terjadi akibat desain kapal yang tidak sesuai aturan dan muatan yang berlebih.
Dari situ, tudingan yang lebih luas muncul, termasuk korupsi, ketiadaan standar keselamatan, dan kegagalan kebijakan karena negara dianggap terlalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi.
Upaya penyelamatan korban pun dinilai lambat, sehingga tingkat dukungan bagi Presiden Korsel Park Geun-hye langsung merosot.
Sejak itu, kerabat korban menggelar protes dan menuntut agar penyelidikan tragedi Sewol dilakukan secara independen.
Keluarga korban juga menduga komite yang dibentuk untuk menyelidiki kasus Sewol banyak berkompromi akibat keterlibatan pemerintah.
Keluarga korban pun meminta agar pemerintah berkomitmen mengangkat kapal seberat 6.825 ton itu dari dasar laut.
Upaya itu diperkirakan memakan biaya senilai US$110 juta.
"Pemerintah harus berjanji mengangkat Sewol. Jika tidak, kami akan memboikot upacara peringatan nasional yang akan diadakan besok (hari ini)!" seru Yoo Gyoung-geun, juru bicara perwakilan kerabat korban Sewol.