Indonesia-Chili Perkuat Kerja Sama Kemaritiman dan Lingkungan

Tesa Oktiana Surbakti
30/8/2019 23:49
Indonesia-Chili Perkuat Kerja Sama Kemaritiman dan Lingkungan
Angkatan laut chili membersihkan sampah plastik di Pantai Mertasari, Bali(Antara/ Nyoman hendra Wibowo)

PEMERINTAH Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang kemaritiman dan isu lingkungan dengan Pemerintah Chili.

“Pertemuan ini tindak lanjut dari pertemuan APEC dan juga COP ke-25 yang diadakan tahun ini. Kedua isu adalah ekonomi dan lingkungan, yang menjadi dasar kerja sama antara Chile dan Indonesia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin, dalam keterangan resmi, Jum'at (30/8).

Pada agenda Beach Clean Up di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Safri mengungkapkan Indonesia dan Chili mempunyai pandangan yang sama tentang isu sampah laut (marine debris). “Permasalahan marine debris bukan hanya milik satu negara saja. Chili pun sudah melakukan pertemuan tingkat dunia untuk membantu penanganan isu tersebut. Mereka juga mengusulkan kegiatan ini dan bukan kali pertama mereka terlibat langsung,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Safri menjelaskan bentuk kerja sama yang akan dilakukan selain di bidang lingkungan, ialah sektor kelautan dan perikanan. “Terutama penanganan illegal fishing, polusi juga. Itu harus kita kembangkan karena kita memiliki geologi yang sama. Salah satunya juga mitigasi bencana. Karena mereka memiliki tipe bencana alam yang serupa dengan Indonesia,” paparnya.

Nantinya, kata Safri, kerja sama mitigasi bencana yang akan dilakukan bersama Pemerintah Chili ialah mengurangi resiko bencana akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan dan juga tsunami. "Ini sesuai dengan kerja sama potensial antara kedua negara, untuk berbagi visi, pengetahuan dan teknologi untuk mengurangi resiko bencana alam,” tukas Safri.

Duta Besar Chili untuk Indonesia, Gustavo Ayares Ossandon, menyatakan kerja sama dengan Indonesia dinilai penting. Chili dan Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu ingkungan. Terutama persoalan sampah plastik yang sudah menjadi masalah global. .

“Penanganan persoalan ini butuh komitmen kuat, dan itu penting bagi Chili. Polusi tidak bisa diatasi, apabila seluruh bangsa tidak segera sadar dengan permasalahan yang dihadapi. Kita berbagi Samudera Pasifik, kita juga memerangi illegal fishing seperti tujuan pemerintah Chili. Kita pernah ditimpa tsunami dan gempa bumi. Bencana itu juga terjadi di Indonesia dan sekarang saatnya kita mencari solusi bersama,” ujar Gustavo.

Lebih lanjut, Gustavo menjelaskan kedatangan Kapal Latih Esmeralda milik Angkatan Laut Chile yang membawa sekitar 250 orang kru dan kadet. Menurut Gustavo, misi kapal latih tersebut, selain untuk melatih para kadet muda, pun bertujuan sebagai sarana pendidikan dan juga duta persahabatan antara Indonesia-Chili.

“Para kru kapal dan para kadet juga terlibat dalam acara bersih pantai, saya kira semua pihak harus aktif berperan, kita adalah sahabat dan kita berbagi pengalaman yang sama. Ini bukan kegiatan satu hari saja, ini adalah komitmen yang akan diperkuat hari demi hari. Mari kita jaga obor semangat seperti ini. Bali mempunyai keistimewaan sendiri bagi Indonesia, dan dunia harus ikut menjaga keistimewaan tersebut,” imbuhnya.

Senada, Kapten Kapal Latih Esmeralda, Claudio Maldonado, mengaku sangat bangga bisa mengikuti acara semacam ini. Dia mengatakan ini bukan kali pertama berkunjung ke Bali. Namun, menjadi yang pertama bagi dirinya untuk berpartisipasi dalam Beach Clean Up.

“Terima kasih sekali atas kesempatan berkunjung ke negeri indah dengan masyarakatnya yang luar biasa, saya akan terus melanjutkan ini. Ini adalah titik awal dan saya kira hal ini harus terus berlanjut, untuk anak cucu kita dan juga untuk dunia yang lebih baik dan bebas dari sampah,” papar Claudio.

Selanjutnya, terdapat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kru Kapal Latih Esmeralda, seperti agenda seminar, kunjungan publik ke dalam kapal dan kegiatan lain di Bali. OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya